Mesin motor bertenaga besar meraung-raung di lapangan Desa Tawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Minggu pagi, 25 Maret 2018, pecinta motor trail berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka hadir untuk berpartisipasi dalam acara Kelud Adventure Trail 2018.

Dari keterangan panitia, tercatat ada lebih dari 2000 crosser turut serta dalam acara. Raden Ashari, Ketua harian Komunitas Trail Kediri (KTK) menerangkan, peserta pada event kali ini tidak hanya dari crosser yang tergabung dalam KTK saja. Crosser dari luar daerah seperti kota-kota besar di Pulau Jawa juga ambil bagian.

“Beberapa komunitas trail dari Kalimantan dan Bali juga ikut meramaikan acara ini,” kata pria yang akrab disapa Pak Raden itu, Minggu, 25 Maret 2018.

Pukul 08.00 pagi bendera start berkibar, peserta mulai merayap menuju medan pacu. Satu persatu komunitas berjejer rapi menanti giliran untuk berangkat. Mayoritas penungggang kuda besi yang ikut dalam acara ini didominasi oleh pria dewasa. Meski tak banyak, ada juga crosser dari kaum hawa dan remaja atau anak-anak.

Crosser cilik berhimpitan dengan peserta yang lain. (Foto: Fatikhin)

Para crosser menempuh jarak sekitar 85 kilometer, melewati rintangan level medium di daerah-daerah sekitar lereng Gunung Kelud. Mereka melalui rute yang tersebar di delapan desa yang ada di kecamatan Wates dan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Pak raden menambahkan, jalur di kawasan lereng Gunung Kelud bisa dibilang tidak terlalu berbahaya. Oleh karena itu sangat cocok untuk event-event adventure bagi crosser yang ingin menguji nyali sambil menikmati keindahan alam.

Slamet Budiono, Ketua umum Komunitas Trail Kediri (KTK) mengatakan, kondisi alam di Kediri mendukung kegiatan adventure semacam ini. Menurutnya, setiap kelokan rute di jalur Kelud sangat eksotis.

“Lewat acara ini kita tergerak untuk ikut merayakan hari jadi Kabupaten Kediri ke 1214,” kata pria yang akrab disapa Mbah Met itu.

Beberapa bulan yang lalu ia resmi mengemban amanah sebagai ketua umum KTK. Di kepengurusannya itu, Ia ingin menumbuhkan kesadaran sosial dan lingkungan bagi para pecinta motor trail. Agar acara trail tidak terkesan hura-hura semata, secara rutin KTK selalu menyisipkan agenda bakti sosial dalam penyelenggaraan event.

Ia menambahkan, geliat trail di Indonesia khususnya di Kediri, beberapa tahun belakangan mengalami kemajuan yang signifikan. Dengan potensi alam dan sumber daya manusia yang ada, Mbah Met berharap Kediri bisa menjadi barometer motor trail di kancah nasional. (Kholisul Fatikhin)

Bagikan
  • 25
    Shares

Komentar Anda