AJANG Fun Cross kembali digelar di Kediri Scooter Festival. Memasuki edisi keempat KSF, balapan antar skuteris dikemas lebih inovatif agar semakin menarik. Kali ini, ladyscoot atau penunggang vespa perempuan ikut terlibat dalam adu kecepatan motor skuter.

“Ini pertama kalinya ladyscoot kami ajak dalam kegiatan Fun Cross,” kata Muhammad Faizal Reza, koordinator Fun Cross KSF 4, Sabtu 3 Agustus 2019, di arena balap yang terletak di selatan GOR Jayabaya Kota Kediri.

Skuteris yang populer disapa Reza “Pecel” menambahkan, kelas balap sama seperti tahun sebelumnya. Dibagi menjadi 3 jenis, antara lain kejuaraan FFA, standart, dan sespan. Pada kelas standart, mesin vespa harus original bawaan dari pabrik. Sedangkan kelas FFA, diperbolehkan untuk mengganti atau memodifikasi rancangan mesin. Untuk sespan, body vespa harus ditempel semacam kereta serta dikendarai oleh skuteris dan penumpang.

Fun Cross kelas FFA. (Foto: Fatikhin)

Peserta yang mengikuti Fun Cross berasal dari sekitar Kediri dan kota besar di Indonesia.  Misalnya Jogjakarta, Pati, Semarang, Bandung, Banyuwangi, Ponorogo, Bali, dan beberapa dari daerah lain.

Soal regulasi, ladyscoot mendapat perlakuan yang sama seperti crosser lainnya. Mereka harus melibas track berliku dengan total jarak sekitar 500 meter dalam tiga lap atau putaran. Bedanya, jika crosser laki-laki harus melewati babak kualifikasi, pemenang dalam perlombaan yang diikuti ladyscoot ditentukan dengan sistem poin.

Fun Cross kelas Sespan. (Foto: Fatikhin)

Jauh sebelum hari pelaksanaan, para ladyscoot telah melakukan berbagai persiapan. Misalnya, Rizkina Nazila, peserta asal Kediri itu sudah beberapa kali mengikuti balapan cross vespa di berbagai event. Beberapa hari menjelang perlombaan dimulai, perempuan berumur 22 tahun ini rajin berlatih untuk meningkatkan skill balap.

“Saya berlatih mengendalikan laju skuter berkecepatan tinggi di track offroad,”kata perempuan asal Desa Sitimerto, Pagu, Kediri.

Ketika bendera dikibarkan motor-motor mesin kanan langsung melaju kencang. Suara mesin dan sorak-sorai penonton di pinggir sirkuit memeriahkan balapan. Persaingan antar ladyscoot berlangsung seru dan sengit. Mereka saling berkejar-kejaran di jalur lurus dan beberapa tikungan. Selain menempuh race terjal, sepuluh ladyscoot harus menjaga kefokusan di bawah teriknya sinar matahari dan debu yang berhamburan ke udara akibat gilasan roda kendaraan.

“Mereka seperti tak mau kalah dengan crosser laki-laki,” ujar Reza “Pecel”.

Fun Cross Ladyscoot. (Foto: Fatikhin)

Usai melewati sirkuit berkelok dalam tiga kali putaran, Andis Puspita Arintika resmi ditahbiskan menjadi juara. Ibu satu anak itu tak menyangka, dapat merebut posisi pertama di acara Fun Cross KSF 4.

“Sepanjang balapan saya deg-degan namun saya tetap fokus di balapan,” kata Andis.

Ia mampu meninggalkan pesaing terdekatnya, ketika lap kedua berlangsung. Dia menjadi yang terdepan usai lawannya mengalami gangguan mesin dan terpaksa harus dibawa keluar track. Meski telah berkeluarga, hal itu tak menghalanginya untuk dapat berkompetisi. Dia berharap, semakin banyak ladyscoot yang berminat untuk berkompetisi di gelaran Cross Vespa.

Jumlah peserta keseluruhan yang mengikuti Fun Cross KSF 4, tak jauh beda dengan  KSF ketiga di tahun 2018. Jika di KSF 3 berjumlah 160, kali ini crosser yang berlaga mencapai 160 lebih.

“Tahun ini skill para peserta seperti pembalap profesional, sehingga terasa lebih kompetitif,” ungkap Reza. (Ryan Dwi Candra, Ahmad Eko Hadi)

Editor: Fatikhin

0 Shares

Komentar Anda