SEJAK pertengahan bulan Desember 2019, Komando Distrik Militer (Kodim) 0809 Kediri dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII, bekerjasama dengan PT Gudang Garam, Tbk. (GG) mengadakan karya bakti revitalisasi tandon dan perbaikan pipa saluran air di Afdeling Damarwulan, Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Mata air dari kawasan perkebunan kopi Ngrangkah Sepawon itu, adalah tumpuan utama kebutuhan air bersih untuk 2.822 Kepala Keluarga yang sekian tahun bermukim di lereng utara Gunung Kelud.

Suplai air yang sempat terhambat karena kerusakan tandon akibat letusan Gunung Kelud pada tahun 2014 lalu, kini sudah kembali mengalir sampai ke permukiman masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras kita semua dan tim yang bertugas, dalam kurun waktu dua setengah bulan, upaya perbaikan tandon dan pipanisasi di Damarwulan telah selesai,” kata Iwhan Tri Cahyono, Public Relation (PR) Manager GG Kediri, pada Jumat, 6 Maret 2019, dalam seremoni Peresmian Sarana Tandon Air Bersih, di Lapangan Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.

Perbaikan tersebut meliputi empat penampung air di kawasan Afdeling Damarwulan. Masing-masing, mampu menampung air bersih sebanyak 63.65, 140, 13.73, dan 0.24 Meter Kubik. Diperbaharui juga, pipa sepanjang satu setengah Kilometer untuk distribusi air dari tandon sampai perkampungan penduduk. Meliputi Desa Puncu , di antaranya Dusun Laharpang, Sukomoro, Pugeran, dan Margomulyo; serta Desa Satak yang mencakup Dusun Satak dan Yani.

Peresmian Sarana Tandon Air Bersih di Lapangan Desa Puncu (Foto: GG)

Sementara itu, Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Komandan Kodim (Dandim) 0809, berharap dengan normalisasi bak penampung air tersebut, akan meningkatkan kualitas serta debit air bersih, sekaligus memperlancar alirannya sampai ke rumah warga. Mengingat selama enam tahun terakhir, material vulkanik dari semburan Gunung Kelud telah menyumbat jalur air dari sumber yang mengucur di kawasan Damarwulan.

“Semoga masyarakat Puncu dan Satak tidak kesulitan untuk dapat pasokan air bersih lagi,” katanya.

Meski sempat tersumbat akibat erupsi Gunung Kelud, mata air di wilayah Damarwulan termasuk salah satu yang selamat di antara banyak sumber air yang mengucur dari bumi Puncu. Selain itu, sumber air di Damarwulan menjadi satu-satunya yang selalu mengalir sepanjang musim.

Renovasi tandon air dan pipanisasi di tengah ratusan hektare perkebunan kopi itu jadi penting, apalagi warga sekitar amat membutuhkan. Kini, penduduk sekitar Puncu tidak lagi berlama-lama menahan dahaga. Sedikitnya 220 Meter Kubik curah air, setiap hari membasahi kampung halaman mereka. (Naim Ali)

58 Shares

Komentar Anda