ANGGAPAN bahwa perempuan cukuplah untuk mengurus dapur dan anak barangkali mulai mengalami pergeseran. Contoh saja Rachmayanti Indah Ma’ruf. Terlahir sebagai seorang wanita tak menyurutkan tekatnya menjadi pesepak bola profesional. Ketekunan siswi kelas 3 SMPN 4 Kota Kediri ini dalam mewujudkan mimpi, membuahkan prestasi sebagai atlet muda sepak bola wanita di kancah nasional hingga mancanegara.

Perkenalan Rachma dengan cabang olahraga paling populer di dunia itu bermula karena sering menyaksikan kakaknya bermain bola, saat dia masih berusia belia. Merasa tertarik, akhirnya mulai ikut menendang dan beralih menjadi hobi hingga kini.

“Dulu sering diajak sepak bola sama kakak, terus ketagihan. Pertamanya sih, minder, takut nggak bisa,” kata Rachma pada Kamis, 3 Januari 2019, di rumahnya. Anak kedua dari tiga bersaudara ini tinggal bersama dua orang tuanya, Ma’ruf dan Endah, di Kelurahan Pojok, Kota Kediri.

Untuk mengasah kepiawaiannya bermain bola, ia didaftarkan oleh orangtuanya di Sekolah Sepak Bola (SSB) pria Wilis Muda. Pada masa itu, gadis cilik berambut cepak ini masih berumur 12 tahun. Sebelum beralih ke SSB wanita Putri Kediri asuhan pelatih Nur Hadi Lukman, Rachma lebih dulu bergabung ke SSB pria Bhineka. Demi menggembleng potensi dirinya, selama di SSB, Rachma malah kerap berlatih bersama pemain pria. “Berat sih, tapi sudah terbiasa, untuk melatih mental,” katanya.

Bersama SSB Putri Kediri, Rachma beberapa kali menjuarai turnamen sepak bola wanita antar klub. Selain itu, berhasil menyabet Piala Putri Nusantara dan Piala Budhe Karwo. Dia juga tercatat dua kali masuk dalam skuad Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Wanita Indonesia, sekaligus menjadi satu-satunya atlet asal Kediri di Piala Asean Football Federation (AFF) Wanita. Yaitu pada pagelaran Piala AFF GIRL’S U-16 tahun 2017 di Vientiane, Laos dan Piala AFF Women Championship U-19 yang diadakan di Palembang, Sumatera Selatan pada tahun 2018.

Rachma tidak menyangka bisa mewakili Kediri sebagai pesebak bola wanita di tingkat Nasional bahkan di kancah Asia. Dia kaget ketika mendapat panggilan seleksi Timnas ke Lubuk Linggau, Sumatera Barat, tak lama selepas mengikuti sebuah turnamen bola di Jepara.

“Awalnya nggak percaya dipanggil seleksi, padahal merasa main biasa. Tapi alhamdulillah, lolos seleksi juga,” katanya. Posisi awal putri kelahiran 20 Desember 2003 ini di SSB adalah gelandang serang, namun ketika di Timnas, dia mengisi wing-back kiri.

Orang tua Rachma pun tak bisa menutup rasa bangga terhadap prestasi anaknya. “Kami mendukung sepenuhnya, baik moril maupun materiil. Kami bangga sekali kepada Rachma karena bisa membawa nama baik keluarga, Kediri dan negara,” ujar Ma’ruf.

Selain didukung oleh keluarga, sampai sekarang Rachma mengaku dekat dengan asisten pelatih Ahmad Zakiyyunnuha Fishilia. Sosok yang akrab dipanggil Pak Jack itu terus mendorong semangat Rachma agar pantang menyerah dalam meraih impian.

“Jangan takut memulai, harus berani, biar hobinya tersalurkan,” kata Rachma, ketika dimintai pesan untuk anak-anak peremuan lainnya yang ingin masuk ke dunia olahraga. (M. Yusuf Ashari | Editor: Naim Ali)

Bagikan
  • 561
    Shares

Komentar Anda