Wahyu, Anak Tuna Netra Penggila Catur

0

Hanya mengandalkan indra peraba dan daya ingat, kita saksikan bagaimana seorang anak tuna netra bermain catur

Maaf, anak ini mengalami gangguan penglihatan. Sepertinya matanya terbuka. Namun, dia kebanyakan menunduk. Bola matanya tak mengarah pada objek yang seolah-olah ditatapnya.

Tak disangka, Wahyu Andri, nama anak penyandang tuna netra ini, piawai bermain catur. Tapi, dia harus bermain di papan catur yang dimodifikasi secara khusus. Ada lubang di tiap petak hitam dan putih.

Bidaknya juga khusus. Tiap bidak catur dilengkapi pasak di bawahnya. Khusus di ujung atas bidak catur hitam ada tonjolan dari jarum pentul. Ini untuk membedakan dengan bidak putih.

“Saya tahunya, kalau bidak hitam itu timbul. Kalau aturan mainnya sama dengan aturan main catur pada umumnya,” kata Wahyu Andri, sembari tersenyum.

Remaja 15 tahun ini siap melayani tantangan pecatur siapapun. Untuk tingkat tuna netra, SLB Dharma Putra Dhaha Plosoklaten ini juara satu kejuaraan catur Pekan Olahraga dan Seni Difabel Kabupaten Kediri. Dia juga kerap bermain dengan pecatur normal, pecatur remaja atau dewasa.

catur tuna netra7Pecatur tuna netra ini dianugerahi kelebihan pada daya ingat. Dipandu oleh rabaan ujung jari bagian dalam, dia menggambarkan posisi terakhir bidak-bidaknya dan bidak lawan. Dia mengetahui apa bidak yang disentuhnya, apakah menteri, raja ataukah banteng. Lalu, dia meraba papan catur, di mana lokasi pion-pionnya, juga posisi bidak-bidak lawan.

Sebegitu rumit, jika kita orang yang bisa melihat menjalankannya. Namun, tampak mudah bagi Andri. Mungkin saja, di otak Andri terpampang layar televisi besar yang menggambarkan posisi bidak-bidaknya itu. Dengan konsentrasi tinggi, gambar di layar otak itu terus dipertahankan, mulai dari awal permainan hingga akhir.

Dengan berlatih terus menerus, Andri bisa meningkatkan kemampuannya. Bahkan, dia juga bisa menandingi pecatur normal. “Saya menyukai catur karena ada lawannya dan mudah dikenali,” kata bocah asal Sumberagung, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri ini.

Tak hanya bermain catur, dia juga piawai bermain musik. Dia suka memegang keyboard.
“Suatu saat saya ingin jadi guru tuna netra. Nanti, murid saya akan saya ajari bermain musik dan catur,” ungkapnya. (Danu Sukendro)

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Leave A Reply