Uji Nyali Bebek Remuk Mercon

0

KULINER yang unik. Tak hanya nama dan sajiannya. Rasanya juga khas. Pedas dan nikmat. Bebek Remuk Mercon ala Gunung Kelud ini siap menggoyang lidah penggemar kuliner.

BEBEK REMUK MERCON_2_ok

Tak hanya rasa masakan, suasana nyaman memancing pembeli suatu saat akan kembali. (foto : Danu Sukendro)

Menu unik ini menjadi andalan kedai Kedirinesia di yang terletak di seputaran jalan menuju kawasan Wisata Kelud, di Dusun Panceran, Ngancar, Kabupaten Kediri. Di depan kedai, terdapat beberapa board yang memajang menu Bebek Remuk Mercon diikuti penunjuk arah ke Kedirinesia. Kedai ini terletak di selatan jalan, tak jauh dari kawasan hutan Perhutani.

Daging bebek yang menjadi bahan utama kondisinya betul-betul remuk. Bebek ini sebelumnya dicacah dan dipresto. Sehingga, tulang dan dagingnya lunak dan bisa dikonsumsi. Setelah diberi bumbu, daging bebek remuk ini dikemas dalam plastik dan disimpan di freezer. Banyak stok daging bebek remuk dalam kemasan yang siap digoreng.

Ketika anda memesan, daging bebek remuk yang sudah disiapkan langsung diolah. Penyajian menu bebek remuk mercon tak sampai 10 menit. Setelah digoreng, bebek remuk ini bentuknya mirip abon dengan tekstur yang lebih kasar. Penyajiannya dengan sayur gubis, timun dan kemangi. Sedikit kuah kuning yang khas dilelehkan di atas nasi. Rasa kuah pedas yang menjadi mercon. Siap meledak di lidah penikmatnya. Menu ini semakin menarik ketika disajikan di atas piring anyaman lidi.

Pembeli siap menguji nyali menjajal pedasnya Bebek Remuk Mercon. (foto : Danu Sukendro)

Pembeli siap menguji nyali menjajal pedasnya Bebek Remuk Mercon. (foto : Danu Sukendro)

“Sambalnya pedas banget, tapi sedap,” ungkap Ade Putra pengunjung asal Tinalan, Kediri yang mencoba menu Bebek Remuk Mercon ini, Senin, 7 Desember 2015. Ade memuji nikmatnya daging bebek remuk. Bumbunya meresap. “Dagingnya terasa lezat. Daging remuknya halus, mirip abon, ” katanya.

Menu Bebek Remuk Mercon ini, menurut Budi Setiawan, pemilik kedai Kedirinesia, merupakan perpaduan Bebek Goreng Solo dan Bebek Goreng Surabaya. Sensasinya di kuah kuning. “Sebutan mercon karena kuah kuningnya punya sensasi pedas. Dan, kata remuk karena penyajianya dengan cara daging kita remuk baru digoreng,” ujarnya.

Menu tambahan; Ketan coklat mesis. (foto: Danu Sukendro)

Menu tambahan; Ketan coklat mesis. (foto: Danu Sukendro)

Harganya tak menguras kantong. Hanya Rp 8.000. Usai menyantap menu utama, bisa menjajal makanan tambahan lain. Ada ketan dan tahu kawah Kelud.

Nuansa Kelud di warung ini memang kental. Terpajang beberapa foto-foto terkini Kelud dengan ukuran besar. Penamaan beberapa paket juga mengambil dari Kelud. Seperti paket makanan yang mengambil nama legenda Kelud. Paket Dewi Kilisuci, paket lembu Suro, Paket Gajah Mungkur dan Paket Sumbing.

Coretan yang menjadi pengingat pembeli. (foto: Danu Sukendro)

Coretan yang menjadi pengingat pembeli. (foto: Danu Sukendro)

Kedai yang bersih dan artistik. Penataan meja kursinya juga rapi. Suasana nyaman ini sengaja dikreasi Budi. “Kedirinesia menjadi tempat makan yg ber-image murah, bersih dan ada gengsinya. Jadi semua kalangan bisa masuk terutama yg berkantong pas pasan juga nggak sungkan datang,” katanya.

Di dinding kedai, Budi menyiapkan kertas warna yang dimodifikasi sedemikian rupa menjadi memorabilia pengunjung. Mereka bisa menuliskan apapun kata hatinya. Coretan ini mengelilingi dinding kayu di kedai ini. Corat coret yang tak merusak pemandangan, justru menambah estetika.

“Mungkin ada positifnya sebagai pengingat pengunjung ke kedai kami. Ini menjadi cara marketing yang tidak kami rencanakan,” ujar Budi yang menyiapkan menu baru: Kikil Pedas dan Iwak Gapit Kuah pedas di kedai ini.

Berani mencoba menjajal sensasi ‘ledakan’ Bebek Remuk Mercon?  (Danu Sukendro)

CP : Budi Setiawan / 081 335 404 907 (telp/SMS/WA)

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Comments are closed.