Tujuh Tempat Wisata Favorit Pemudik di Kediri

0

Selamat datang di Kediri. Selamat berkumpul kembali dengan keluarga di kampung halaman. Setelah beberapa saat atau bahkan bertahun berpisah, ini adalah saatnya melepas kerinduan. Tidak hanya pada keluarga, tapi juga pada tempat-tempat favorit yang membuat Anda selalu terkenang dengan Kediri selama di tanah perantauan.

Nah redaksi KediriPedia.Com merangkumkan untuk Anda tujuh tempat wisata favorit di Kediri yang bisa Anda kunjungi untuk melepas kerinduan, tentunya disertai foto-foto terkini. Mungkin Anda sudah pernah atau bahkan berkali-kali mengunjunginya, tapi tak ada salahnya kali ini kembali berkunjung. Bukankah kenangan adalah sesuatu yang tak pernah lekang oleh waktu dan jarak? Siapa tahu Anda menyimpan kenangan personal dengan tempat-tempat wisata berikut:

  1. Gunung Kelud

Hamparan padang pasir baru terbentuk pasca letusan kelud. Foto: Arief Priyono

Semua orang tentu mengamini betapa indahnya lautan pasir Gunung Bromo. Nah, sekarang tak perlu jauh-jauh ke Gunung Bromo untuk menyaksikan lautan pasir, karena ternyata Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur juga memilikinya. Pasca meletus awal 2014 lalu, lautan pasir memenuhi lempengan-lempengan atau jurang yang berada dalam radius 1 kilometer dari pusat kawah Gunung Kelud. Citra visual yang terbentuk membuat wisatawan yang berkunjung ke Gunung Kelud selalu membanding-bandingkannya dengan lautan pasir Gunung Bromo (klik di sini)

  1. Air Terjun Dholo

10422249_990445157652235_5412939137948149301_nBerada di lereng Pegunungan Wilis, air terjun ini relatif masih alami dengan rindang pepohonan yang teduh. Tempat wisata ini terletak di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Jarak tempuh dari Kota Kediri ke arah barat, kurang lebih 25 kilometer. Dengan kecepatan berkendara sedang, waktu yang dibutuhkan sekitar 1 jam dari Kota Kediri. Letak kawasan wisata air terjun ini kurang lebih 1.800 meter di atas permukaan laut. Sedang ketinggian air terjunnya diperkirakan mencapai 125 meter. Begitu mendekati air terjun ini, kita langsung merasakan butiran-butiran air terjun yang sebagian terbang mengikuti angin. Suara gemuruh airnya melengkapi sensasi Air Terjun Dolo. Benar-benar suasana alam yang membuat hati kita damai. (klik di sini)

  1. Air Terjun Ironggolo

Air Terjun Ironggolo - Besuki.

Air Terjun Ironggolo masih berada di daerah komplek wisata Besuki, lokasinya 6 kilometer di bawah Air Terjun Dholo. Namun jangan salah, meskipun air terjunnya tak setinggi Dholo, tempat ini juga memiliki kelebihan seperti areal yang luas untuk berkemah dibawah rimbun pohon pinus, juga air terjun dengan batu berundak yang tak jarang dipanjat oleh wisatawan. Di areal parkir juga terdapat banyak warung-warung makanan tradisional khas lereng Gunung Wilis. Karena lokasinya lebih mudah dijangkau, wisatawan lebih memilih menghabiskan waktu di Ironggolo dengan menikmati kuliner tradisional berupa nasi goreng thiwul, nasi goreng jagung, tumis pakis hingga menikmati kopi luwak alas. (klik di sini)

  1. Kampung Inggris Pare

Liburan di kampung inggris ParePare telah lama mendapat julukan Kampung Inggris, tepatnya di Desa Pelem dan Tulungrejo. Letak kampung ini mudah dijangkau dari berbagai penjuru kota. Dari pusat kota Kediri, misalnya, hanya berjarak 24 km arah Timur Laut. Atau jika Anda dari Surabaya, jaraknya sekitar 120 km arah Barat Daya. Itu artinya, dalam tempo kurang dari tiga jam perjalanan darat Anda sudah berada di Kampung Inggris. Hampir semua rumah di sepanjang jalan di Desa Pelem dan Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare telah berubah fungsi. Beberapa di antaranya menjadi tempat kursus bahasa Inggris dengan beraneka ragam paket. Sebagian lainnya diubah menjadi kos-kosan siswa yang belajar kursus. Tak ketinggalan pula, warung-warung makan dan warnet pun bertebaran untuk melayani ribuan peserta kursus yang berasal dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. (klik di sini)

  1. Gereja Puh Sarang

Terhampar seluas 13,5 hektar, komplek Gereja Santa Maria dan Gua Maria Lourdes, Puhsarang saat ini bukan sekadar menjadi tempat berziarah dan peribadatan umat Kristiani. Namun menjelma menjadi salah satu destinasi wisata utama di Kabupaten Kediri. Wisatawan dari berbagai agama memadati Puhsarang setiap akhir pekan untuk berekreasi dengan keluarga, menghilangkan penat setelah sepekan bekerja. Puhsarang sejatinya nama sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Semen, terletak sekitar 6 km arah tenggara kota Kediri. Poh Keputih, merupakan asal nama desa ini. Posisinya berada di lereng timur Bukit Klotok. Untuk menuju ke sana, wisatawan dari manapun sebaiknya langsung menuju ke terminal Kediri. Dari terminal, dengan menggunakan kendaraan pribadi tinggal mengikuti penunjuk arah yang sangat mudah dijumpai di sepanjang perjalanan.  Jika menggunakan kendaraan umum, jasa ojek selama 24 jam siap mengantar wisatawan dari terminal ataupun dari stasiun kota Kediri dengan harga yang relatif murah. (klik di sini)

  1. Desa Wisata Sumber Podang

Sumber-Podang-1

Sumber Podang adalah sebuah wisata desa yang menawarkan keindahan alami bendungan dan sungai kecil yang jernih dipadu dengan persawahan yang menghijau. Letaknya berada di Dusun Karangnongko, Desa Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Akses jalan menuju lokasi dari Terminal Tamanan ke arah Barat kurang lebih sekitar 25 kilometer. Di lokasi, Anda bisa menemukan sejumlah kafe yang menjajakan berbagai kuliner khas pedesaan seperti nasi goreng tiwul, nasi jagung, nasi ampok dan minuman kopi jagung. Desa ini juga terkenal sebagai daerah penghasil madu. (klik di sini)

  1. Goa Selomangleng

Goa Selomangleng adalah goa buatan yang dipahat di dinding batu Bukit Klothok, lokasinya masih berada di wilayah Kota Kediri. Goa yang diyakini sebagai pertapaan Putri Sekartaji pada masa Kerajaan Kadhiri ini memiliki relief-relief yang dipahat di dinding dalam goa. Ada ruangan-ruangan yang memang difungsikan sebagai tempat bermeditasi atau semadi. Masih di kompleks sekitar Goa Selomangleng, Anda juga bisa mengunjungi Museum Airlangga yang berada sekitar 100 meter dari lokasi. Ada juga tempat wisata buatan berupa water park atau kolam renang. (Arief Priyono)

 

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Comments are closed.