Soto Branggahan yang Menggoda Iman

0

Coba Anda bayangkan saat tengah hari pada cuaca yang terik dan perut yang keroncongan karena menahan lapar, sementara di depan Anda terhidang semangkuk soto dengan kuah yang mengepulkan uap panas? Tentu sangat nikmat bukan? Tapi berhubung masih puasa, Anda harus menunda makan hingga bedug magrib tiba.

Foto: Arief Priyono

Foto: Arief Priyono

Berbicara tentang soto, di Kabupaten Kediri ada sentra soto terkenal di Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih. Puluhan warung tenda soto berdiri di kanan dan kiri jalan Desa Branggahan, sangat mudah dijangkau kendaraan karena berada di Jalan Raya Kediri – Tulungagung. Kalau dihitung jumlahnya lebih dari 50 warung, dan seperti biasa akan banyak warung dadakan saat lebaran tiba.

Berbeda dengan soto Tamanan di Kota Kediri, soto Branggahan memiliki cirri khas mangkuk kecil dalam cara penyajiannya. Ini lebih mirip cara penyajian soto di daerah Jawa Tengah atau lebih spesifik menyerupai Soto Kudus atau Soto Kemiri – Pati. “Kalau memakai mangkuk kecil, biasanya konsumen bisa nambah dua sampai tiga kali,” kata Nanang, pemilik depot soto Moroseneng. “Langganan saya ada yang bahkan nambah sampai enam mangkuk,” kata Nanang seraya tertawa.

Namun, beberapa tahun terakhir cara penyajian di mangkuk kecil sudah mulai ditinggalkan, para pedagang lebih nyaman menjual dalam mangkuk ukuran standar. “Capek juga kalau harus melayani berkali-kali, akhirnya sejak beberapa tahun ini kami menjual porsi soto dalam mangkuk standar,” tambah Nanang. “Namun kami masih sedia mangkuk kecil untuk berjaga-jaga, karena ada juga konsumen yang merasa makan Soto Branggahan lebih nikmat jika menggunakan mangkuk kecil,” tambah Nanang.

Foto: Arief Priyono

Foto: Arief Priyono

Tak jauh beda dengan Soto Tamanan di Kota Kediri, Soto Branggahan juga menggunakan kuah santan. Rempah-rempah bumbu kuah santannya terasa tajam. Resep umumnya antara lain kemiri, laos, jahe, kunci dan kencur. Dalam penyajiannya, pedagang akan menaburi irisan daun seledri dan kecambah di atas nasi. Sementara ayamnya tidak dipotong-potong, tapi disuwir-suwir tipis.

Apakah ada bumbu rahasia sehingga membuat Soto Branggahan begitu nikmat?  “Tidak ada resep rahasia mas, ya semua depot atau warung Soto Branggahan bumbu resepnya sama saja seperti warisan turun temurun. Mungkin takaran dan cara meraciknya yang membuat beda,” jelas Nanang.

Nah, tak lengkap kalau menikmati Soto Branggahan tanpa lauk pauk. Lazimnya setiap warung Soto Branggahan menyediakan aneka lauk pauk mulai telur asin, telur angsa, berbagai gorengan, ayam goring dan jerohan. Nah untuk harga rata-rata semangkuk Soto Branggahan saat ini dipatok Rp 6.000 per porsi. Tentu tidak menutup kemungkinan harga ini berubah atau naik seiring kenaikan bahan baku. (Arief Priyono)

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Comments are closed.