Si Kecil Egi dan Fotografi Capung

0

Tubuh mungil Energi Wira Pratama Adi atau biasa disapa Egi (11) lincah melompat dari batu ke batu di sebuah sungai kecil di kawasan wisata Sumber Podang, Kabupaten Kediri. Di ujung yang ia tuju, seekor capung hinggap dengan santainya di atas sebuah batu. Hampir tengah hari saat itu, cuaca panas tidak menyurutkan semangatnya.

Ia kemudian mengendap-endap, kakinya tak segan untuk menapak di air sungai dangkal, meski akhirnya membuat sepatunya basah. Kamera yang sedari tadi bergelantung dilehernya mulai dibidikkan sejajar dengan posisi capung. Sambil sesekali menahan nafas, pelan-pelan ia mendekatkan moncong lensa.

Egi memotret capung di atas batu. (foto: dokumen pribadi)

Egi memotret capung di atas batu. (foto: dokumen pribadi)

“Egi baru belajar fotografi setahun lalu, awalnya hanya menggunakan telepon seluler,” Kata dr. Ari Purnomo Adi ayah kandung Egi. Rupanya pepatah buah tak jauh dari pohonnya ada benarnya juga. “Lama-lama ia meminjam kamera DSLR saya,” tambah dr. Ari yang saat ini merupakan ketua umum komunitas Fotografer Kediri Raya (Foker), komunitas fotografi terbesar di Kediri yang mempunyai anggota lebih dari 9.000 orang di akun grup Facebook.

Kegemarannya memotret capung juga tidak lepas dari kesenangan ayahnya. Waktu itu dr. Ari sering mendokumentasikan capung, karena selama ini belum ada dokumentasi dan informasi tentang spesies – spesies capung yang ada di wilayah Kediri dan sekitarnya. Ketertarikan mendokumentasi capung pun akhirnya menular pada Egi.

Egi bersama Wahyu Sigit, Presiden Republik Capung. (foto: dokumen pribadi)

Egi bersama Wahyu Sigit, Presiden Republik Capung. (foto: dokumen pribadi)

Sekitar November 2014, Wahyu Sigit – Presiden Republik Capung dari Jogjakarta bertandang ke rumah dr. Ari untuk melihat koleksi foto-foto capung karya Egi. Tertarik melihat foto-foto Egi, Wahyu Sigit menawarkan diri untuk menerbitkan koleksi foto-foto capung tersebut. “Saya dan Egi bulan Maret 2015 lalu bertandang ke Omah Capung Jogjakarta, untuk mendiskusikan proyek penerbitan buku capung Egi,” kata dr. Ari.

Dalam proyek ini, Egi bertugas untuk mendokumentasikan capung – capung yang ditemui di lingkungan sekitar. Sejauh ini, Egi sudah berhasil mendokumentasikan sekitar 15 jenis capung dan 10 jenis capung jarum. Untuk foto capungnya jumlahnya sudah ratusan. Setiap spesies ( jantan dan betina) bisa lebih dari 20 foto.

Lokasi yang sudah sering dieksplore antara lain sekitar jalur ke Air Terjun Parijotho, Irenggolo, Dholo, Ngleyangan dan di sekitar Desa Wisata Sumber Podang untuk wilayah lereng gunung Wilis. Di bantaran sungai meliputi bantaran Sungai Brantas di daerah Ngadiluwih dan Bendung Gerak Waru Turi, sudetan kali Konto, dan wilayah Purwoasri. Egi juga kerap kali mengeksplorasi wilayah di sekitar lereng Gunung Kelud, yang kebetulan tak jauh dari tempat tinggal keluarganya di Wates, Kabupaten Kediri.

Tak berhenti di wilayah kawasan Kediri saya, Egi dan ayahnya sempat mengadakan ekspedisi di sekitar Air terjun Tretes, Wonosalam, Sumber Pacuh di Blitar, Gunung Pegat di Srengat – Blitar, kemudian di daerah Cangar, Batu. Sekitar pertengah bulan Juni ini Egi ditemani ayahnya berencana untuk hunting di wilayah Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi.

 

Semangat Egi, kita tunggu penerbitan buku fotografi capung-nya! (Nakula)

 

Editor: Arief Priyono

Baca juga:

http://www.kediripedia.com/ngeeeriiiii-santri-lirboyo-main-sepakbola-api/

http://www.kediripedia.com/tukang-ojek-naik-haji/

http://www.kediripedia.com/dokter-ari-menggagas-fotografi-jalanan-estetika-desa/

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Leave A Reply