Shalat Istisqa: Kemarau Panjang, Hujan Diundang

0

Jamaah shalat Jum’at baru saja bubar. Para santri di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri tidak langsung kembali ke kamar asramanya. Alih-alih mereka menggelar sajadah di tanah lapang, di halaman Aula Al Muktamar. Jumlahnya tak kurang dari 5.000 santri. Mereka mengambil lokasi berpaving, di sisi Selatan lapangan yang sudah kering kecoklatan, tak bisa dibedakan mana rumput mana tanah.

Mimbar khutbah telah di dirikan, sebuah kursi tepat berada di depannya. Mereka tertata rapi di atas permadani. Jelas ini bukan untuk para santri, namun buat sang kiai. Ia yang akan memimpin ritual hari ini, 6 September 2012.

“Shalat istisqa ini semata-mata hanya wujud berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar menurunkan hujan. Jika tidak kunjung turun, kami akan melakukannya terus menerus melaksanakan shalat istisqa sampai hujan turun,” tutur pengasuh Pondok Lirboyo KH Anwar Mansyur, usai pelaksanaan shalat istisqa.

Ya, ini memang kejadian sudah 3 tahun lalu. Persis seperti tahun ini, kemarau panjang melanda. Sumur-sumur para santri kering kerontang. Untuk sekedar mensucikan diri dan mandi, mereka harus rela antri. Sawah garapan tidak terairi karena matinya irigasi.

“Biasanya ritual shalat istisqa digelar minimal tiga kali, setiap usai shalat jumat secara berturut-turut,” kata Muhammad Al Faris, yang waktu itu masih menjadi kru redaksi Majalah Al Misykat. Saat ini ia telah naik tingkat menjadi pemimpin redaksi majalah resmi Pondok Lirboyo tersebut.

Di tahun 2015 ini, kemarau panjang bahkan diprediksi akan lebih panjang karena dampak El Nino. Di bulan September, cuaca di siang hari panas dan gerah, sementara di malam hari dingin menggigil. Belum ada tanda-tanda akan turun hujan.

Kembali ke shalat istisqa, adalah sebuah upaya (ikhtiar) ritual untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan, menandakan kecilnya manusia di hadapan sang khalik. Memohon perlindungan dari bencana turunan dari kemarau panjang; seperti kurangnya pangan, kebakaran hutan, hewan kekurangan air atau penyakit menular.

Ritual ini juga sebuah bentuk kerendahan hati, karena manusia tidak bisa hanya bergantung pada ilmu pengetahuan (science) dan teknologi. Shalat istisqa oleh Nabi Muhammad SAW sangat dianjurkan atau sunnah muakkad. Akankah tahun ini para santri Lirboyo kembali menggelar shalat istisqo? Kita tunggu saja. (Arief Priyono)

KH. Anwar Mansyur memimpin shalat istisqa.

KH. Anwar Mansyur memimpin shalat istisqa.

Ribuan santri berbaris rapi saat pelaksanaan shalat istisqa.

Ribuan santri berbaris rapi saat pelaksanaan shalat istisqa.

Para santri membaca doa.

Para santri membaca doa.

Gerombolan angsa ikut menyaksikan doa para santri.

Gerombolan angsa ikut menyaksikan doa para santri.

Seorang santri menderita lumpuh layuh (lemas) digendong temannya.

Seorang santri menderita lumpuh layuh (lemas) digendong temannya.

Santri antre untuk menunggu giliran mandi.

Santri antre untuk menunggu giliran mandi.

Santri harus berhemat air saat mandi di kulah.

Santri harus berhemat air saat mandi di kulah.

Santri memesan air isi ulang dalam galon untuk kebutuhan minum sehari-hari.

Santri memesan air isi ulang dalam galon untuk kebutuhan minum sehari-hari.

Berbagi air yang terbatas untuk mencuci pakaian.

Mencuci pakaian bersama-sama.

Tak hanya para santri, sapi peliharaan pondok pun harus berhemat air minum saat musim kemarau.

Tak hanya para santri, sapi peliharaan pondok pun harus berhemat air minum saat musim kemarau.

Foto-foto: Arief Priyono

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Comments are closed.