Pot Bunga Kediri Menjelajah Negeri

0

Ketika kita melintas di jalan Dhoho, perempatan Bank Indonesia dan ruas jalan lain di Kota Kediri coba tengok kanan dan kiri trotoar, akan kita lihat beberapa pot besar tanaman yang menghias di sepanjang jalan. Pot – pot semen itu berasal dari Dusun Trate Desa Banjarejo, Ngadiluwih yang dikenal sebagai daerah produsen dan penjual pot dengan bahan dasar pasir & semen.

Deretan pot yang ada di Jalan Hayam Wuruk Kediri. (Foto: Nakula)

Deretan pot yang ada di Jalan Hayam Wuruk Kediri. (Foto: Nakula)

Ciri khas produk Banjarejo adalah menggunakan warna hitam dengan sedikit sentuhan warna abu-abu di permukaannya yang secara sekilas terlihat seperti batu alam. Proses pembuatannya dengan membuat adonan semen dan pasir halus yang di campur air, kemudian memasukkan adonan tadi ke dalam cetakan-cetakan yang sudah disiapkan, setelah kering permukaan yang kasar bisa dihaluskan lagi dan siap untuk dicat. Ada dua teknik yang digunakan produsen dalam mencetak yaitu basah dan kering. Teknik basah bisa lebih kedap air dibanding teknik kering, tapi memakan waktu yg agak lama dalam pengeringan sekitar satu sampai dua hari.

Pola yang biasa digunakan untuk mencetak tulisan di permukaan pot.(Foto: Nakula)

Pola yang biasa dipergunakan untuk mencetak tulisan di pot.(Foto: Nakula)

Bermula dari memproduksi pilar, kemudian memasarkan produk pot semen yang diambil dari produsen di daerah lain. Pada tahun 2008 produsen tersebut produksinya menurun sehingga terpaksa untuk memberhentikan salah satu karyawannya kerena alasan efisiensi. Oleh Bapak Moch Zawawi (Pilar Jaya) karyawan tersebut di tawari untuk bekerja ditempatnya sebagai pencetak pot semen. Produksi Pilar Jaya pun semakin variatif, sekarang di daerah ini bisa dijumpai berbagai macam pot bunga, pilar pahatan, paving blok, wastafel , hiasan taman, air mancur, bahkan jasa pembuatan taman juga bisa dilayani.

Harga pot bunga ini bervariasi mulai dari 10 ribu rupiah hingga 700 ribu rupiah, harga air mancur berkisar dari 150 ribu rupiah  sampai 3 juta rupiah, sedangkan harga lampu taman antara 30 ribu rupiah hingga 150 ribu rupiah tergantung besar dan kerumitan ornamen tiap-tiap produknya.

Proses pengecatan pot Banjarejo. (Foto: Nakula)

Proses pengecatan pot Banjarejo. (Foto: Nakula)

Beberapa instansi pemerintah seperti Pemkab dan Pemkot Kediri sudah menjadi pelanggan Pilar Jaya dan produsen lainnya. Sejumlah instansi di kota lain seperti Tulungagung, Trenggalek, Pati, Demak, Kudus, Tuban, Majalengka, Blitar, Sidoarjo, Solo, Bangkalan, Pamekasan, Jember, dan Madiun juga sudah menggunakan produknya. Antara lain untuk menghias taman kota. 
Tak ketinggalan, banyak perusahaan swasta di Kediri telah menggunakan produk daerah ini dalam jumlah besar untuk mempercantik kantor maupun pabriknya antara lain, Gudang Garam, BCA, BNI 46, Kacang Garuda, Telkom, PLN, dan masih banyak lagi. Sedangkan Pilar Jaya sudah beberapa kali melayani pengiriman ke Lampung dan Timor Leste. (Nakula)

Pot berbentuk Simpang Lima Gumul yang akan segera menghiasi kantor Kabupaten Kediri. (Foto: Nakula)

Pot berbentuk Simpang Lima Gumul yang akan segera menghiasi kantor Kabupaten Kediri. (Foto: Nakula)

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Leave A Reply