Pesona Etnik Akik Fosil Kayu

0

Fosil kayu yang telah membatu dijadikan bahan batu akik. Cocok jadi aksesoris pakaian batik.

BATU akik ini terkesan etnik. Diantara kilauan batu, guratan kayu jelas terlihat. Semburat beragam warna menguatkan nilai estetika. Batu akik yang konon dapat memberikan ‘energi’ tersendiri, bagi siapa yang mengenakannya.

Bahan batu akik fosil ini adalah kayu yang terpendam lebih dari 800 tahun. Yuwono, salah satu pengrajin batu akik asal Kelurahan Banaran, Pesantren, Kota Kediri mengaku banyak mendapatkan bahan fosil kayu ini dari pegunungan di Wilis dan Kelud.

“Saya kumpulkan selama 10 tahun ini. Awalnya saya gunakan untuk taman. Ternyata, batu fosil kayu bisa jadi trend yang memiliki nilai seni tinggi,” ungkap Yuwono.

Bahan sudah ada. Menjulangnya trend akik membuka mata Yuwono untuk masuk pada sisi yang berbeda. Dia memiliki obsesi menjadi akik fosil batu sebagai ciri khas Kediri.

Proses produksi akik fosil batu tak jauh dari rumah Yuwono. (foto: Danu Sukendro)

Proses produksi akik fosil batu tak jauh dari rumah Yuwono. (foto: Danu Sukendro)

Dia mencoba memproduksi akik setahun belakangan ini dan menghasilkan sejumlah jenis batu akik. Batu akik fosil kayu secang, misalnya, memiliki warna variatif merah kuning hijau.

“Akik kayu secang ini bentuknya etnis diidentikkan dengan warna batik,” ujarnya. Lalu, akik fosil kayu timoho, dengan variasi warna hitam putih dan coklat mengesankan warna maskulin.

Akik fosil kayu ini menjadi aksesoris yang pas bagi model yang mengenakan batik. Menurut Yuwono, potensi batu akik fosil kayu ini dilirik desainer batik, modelnya pakai liontin, gelang kalung dan aksesoris dari batu fosil kayu.

Yuwono mengklaim, batu akik fosil akan memberikan energi bagi siapa yang mengenakannya. “Misalnya, akik fosil kayu Nogosari yang memberikan ketenangan jiwa. Kayu secang memberikan energi semangat, lalu kayu jati yang bisa memberikan kepercayaan diri. Ini menjadi nilai plus tidak didapatkan di permata dan batu mulia yang lain,” paparnya.

Tentang energi, boleh percaya boleh tidak. Itu terkait erat dengan keyakinan. Yang jelas, munculnya batu akik fosil kayu ini memperkaya khasanah keragaman batu akik di nusantara. (Danu Sukendro)

Baca juga:

http://www.kediripedia.com/si-kecil-egi-dan-fotografi-capung/

http://www.kediripedia.com/tukang-ojek-naik-haji/

http://www.kediripedia.com/vespare-bersama-pak-rt/

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Leave A Reply