Pelajar SMAN 2 Kediri Jadi Duta Budaya di Brazil

0

Badannya tegap, tingginya sekira 175 cm. Senyumnya selalu mengembang saat diajak ngobrol lawan bicara. Ia bertutur kata dengan runtut, pantas saja kalau cita-citanya menjadi diplomat. Adalah Srisaskara Ivander Moch, remaja kelahiran 3 November 1997 ini sebentar lagi akan mengharumkan nama Kediri, karena terpilih sebagai duta bangsa dalam program pertukaran pelajar American Field Service (AFS) Intercultural Program.

Di rumahnya yang asri di Desa Pranggang, Kecamatan Plosokaten, Kabupaten Kediri ia menemui kami, tim kediripedia.com berbincang soal program yang akan dijalaninya setahun ke depan sebagai duta budaya bangsa. “Awalnya saya mendapat informasi tentang AFS dari majalah sekolah yang memberitakan kakak kelas yang baru saja pulang dari Amerika dan Belgia mengikuti program pertukaran pelajar,” Ivander membuka percakapan saat berbincang dengan kami pada Rabu, 29 Juli 2015. “Rasanya keren kalau bisa sekolah di luar negeri dan bisa menambah pengalaman, selain itu saya ingin menjadi duta Indonesia untuk memperkenalkan betapa indahnya negeri ini pada dunia luar,” jelasnya.

Ivander yang saat ini duduk di kelas XII MIA 6, SMAN 2 Kota Kediri mengikuti ujian sebanyak 3 kali agar bisa lolos program AFS. “Tes tahap pertama seperti ujian pada umumnya, yaitu tes tertulis pengetahuan umum, ada juga tugas untuk membuat essay pribadi, menceritakan diri sendiri. Selebihnya tes mata pelajaran di sekolah, juga yang tak kalah penting tes bahasa inggris,” kata Ivander.

“Selanjutnya kami harus mengikuti sesi tes wawancara yang banyak mengupas tentang kepribadian, di sesi ini banyak yang mundur karena memang menguji banyak mental peserta,” tambah Ivander. Nah jika lolos tes wawancara, tes tahap akhir dilakukan secara berkelompok, para peserta diberi sebuah permasalahan yang harus diselesaikan bersama kelompoknya.

“Alhamdulillah saya lolos semua tes, dan selanjutnya harus mengikuti program persiapan atau semacam orientasi yang digelar seminggu di Jakarta dan seminggu di Surabaya,” jelas Ivander. Secara nasional, sebanyak 270 pelajar akan di kirimkan ke berbagai negara dalam program AFS Intercultural Study 2015 – 2016, mereka akan tinggal dan belajar selama setahun di negara tujuan bersama orang tua angkat masing-masing. “Dari Jawa Timur ada 11 pelajar, sementara Kediri hanya saya yang mewakili,” tambahnya.

Awalnya Ivander memiliki target untuk tinggal di Jerman, namun takdir membawanya tinggal di Kota Vitoria, Brazil, yang berada tak jauh dari kota sepakbola dunia: Rio de Jenairo.  “Selama satu tahun terakhir saya belajar bahasa Portugis, Alhamdulillah sudah lancar,” tambah pelajar yang menguasai empat bahasa asing antara lain Arab, Inggris, Jepang dan Portugis ini.

Ivander akan berangkat ke Brazil pada 6 Agustus 2015 melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta – Jakarta. Sudah terbayang ia akan memenuhi cita-citanya untuk belajar di luar negeri seperti para pendahulunya. Banyak tokoh-tokoh terkenal di negeri ini adalah alumnus program AFS, mereka antara lain Menteri Pendidikan Anies Baswedan, presenter terkenal Najwa Shihab dan juga Indra Herlambang. Bahkan tahun lalu, putri pertama Anies Baswedan yakni Mutiara Baswedan mengikuti program pertukaran pelajar di Denmark.

Selamat jalan Ivander, selamat meraih cita-cita. Jangan lupa promosikan keragaman budaya nusantara dan keindahan alam Indonesia. Dan tentunya, promosikan juga potensi wisata dan budaya di Kediri. (Arief Priyono)

Riwayat Pendidikan:

SD Islam Al Fath – Pare
SMPN 1 Kota Kediri
SMAN 2 Kota Kediri

Prestasi:

Komandan Peleton Lomba Baris Kreasi Paskibraka Jatim – 2013
Juara 1 Kategori Short Movie FLS2N Kota Kediri – 2015
Dan berbagai lomba lainnya seperti modelling, fancy, lomba siswa berprestasi yang telah diikuti sejak SD.

 

 

 

 

 

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Comments are closed.