Nyanyi Sunyi Wayang Potehi

0

Sebuah sore di halaman Klenteng Tjoe Hwie Kiong, Kediri, dua orang pria duduk di sebuah kursi panjang dengan pandangan mata yang agak mendongak. Kursi-kursi lainnya masih tertumpuk di depan rumah mini sekaligus panggung pertunjukan. Semua berwarna merah menyala. Sementara patung Dewa Mak Cho berdiri membelakangi mereka, menghadap langsung ke Sungai Brantas.

Wayang-Potehi-Kediri-6Hari itu, Senin (29 Juni 2015) puasa Ramadan sudah memasuki hari ke 12. Namun sudah lebih dari sebulan Purwanto (41), dalang asal Gudo, Jombang mementaskan Wayang Potehi di Klengteng Tjoe Hwie Kiong terhitung sejak penampilan perdana pada 11 Mei 2015. Sore itu Ia membawakan sebuah cerita populer dengan tokoh utama Sun Go Kong. Ia adalah tokoh siluman kera baik hati, pengawal Biksu Tong Sam Cong yang melakukan misi perjalanan ke Barat untuk mencari Kitab Suci. Bagi generasi yang tumbuh remaja di era 90-an tentu masih ingat betul cerita ini, karena pernah sangat populer di sebuah televisi swasta.

Namun pentas wayang Potehi di Kediri jarang menarik perhatian penonton. Pementasan wayang Potehi sering hanya ditonton 1-5 orang setiap harinya. Bahkan ada beberapa hari yang tanpa penonton sama sekali. Namun Purwanto tetap mementaskan wayangnya meski pertunjukan tanpa penonton, karena pentas ini adalah bagian ritual dari hari jadi klenteng. Kalender pertunjukan sudah penuh selama dua bulan, sekaligus nama-nama donatur pembayar honor pementasan tertera dipapan pengumuman. “Biasa mas, penonton-nya kalau siang ya 2-3 orang, kalau malam bisa bertambah. Kadang tidak ada penonton sama sekali, tapi kami tetap main karena sudah dibayar penuh untuk pentas disini selama dua bulan,” kata Purwanto.

PWayang-Potehi-Kediri-9urwanto telah menjadi dalang wayang Potehi sejak 1983. Ia dibantu asistennya dan tiga pemusik yang mengiringi selama pementasan. Setiap hari ia berpentas dua kali, pukul 15.00 – pukul 17-00 dan pukul 19.00 – pukul 21.00. “Tahun ini pementasan terakhir sampai 16 Juli 2015,” katanya.

Wayang Potehi adalah warisan budaya yang sudah sangat tua, hampir 3.000 tahun. Seni pertunjukan tradisional umat Tionghoa ini di bawa ke Indonesia oleh imigran China. Saat ini, justru dalang wayang Potehi 90 persen berasal dari suku Jawa. Mereka sekarang berhimpun di Klenteng Hong San Kiong, Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang menjadi semacam pusat pendidikan dan penelitian Wayang Potehi yang dipimpin oleh Toni Harsono. (Arief Priyono)

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Leave A Reply