Ngeeeriiiii, Santri Lirboyo Main Sepakbola Api

0

Santri Pondok Lirboyo bermain sepakbola ala liga professional. Namun bola sepaknya bukan bola biasa, melainkan buah kelapa yang terbakar dengan api membara.

Santri mengupas buah kelapa. (Foto: Arief Priyono)

Santri mengupas buah kelapa. (Foto: Arief Priyono)

Tiga butir pohon kelapa itu dikupas ekstra hati-hati kulit luarnya. Serabut tebal masih disisakan, sehingga tempurung kelapa masih tersembunyi didalamnya. Sebuah ember berisi 2 liter minyak tanah sudah tersedia. Butir-butir kelapa itu dimasukkan kedalamnya, dibolak-balik agar minyak tanah meresap secara menyeluruh di serabutnya.

Tiga hari sebelumnya, Muhammad Faris bersama rekannya Dedy Abdul Gony harus rela blusukan ke pasar untuk mencari buah kelapa yang ideal: sudah kering kulitnya namun masih menyisakan air kelapa. “Kalau terlalu kering, buah kelapa mudah pecah saat disepak dan cepat hangus saat dibakar. Kalau  buah kelapa masih basah, terlalu berat untuk ditendang,” jelas Faris.

Santri mencelupkan buah kelapa ke dalam minyak tanah. (Foto: Arief Priyono)

Santri mencelupkan buah kelapa ke dalam minyak tanah. (Foto: Arief Priyono)

Nah setelah sedikitnya tiga hari direndam dengan minyak tanah, para santri di Pondok Lirboyo beramai-ramai menyiapkan lapangan pertandingan di depan Aula Al Muktamar. Tak sampai menghabiskan seluruh tanah lapang tersebut, cukup memakan areal selebar 25 meter dengan sisi panjang sekitar 50 meter.

Tak ada garis pembatas, hanya tumpukan bata dan batu sebagai penanda batas bola keluar. Sementara untuk tiang gawang cukup menggunakan ranting pohon kering yang mudah dicari disekitar pondok.

Dan menjelang senja, pertandingan pun segera dimulai. Seorang santri senior memimpin doa bersama, memohon keselamatan selama pertandingan. “Sebelum pertandingan kami membaca doa-doa, itu untuk menguatkan mental dan memohon perlindungan pada Allah,” kata Ali Akhyar, santri senior yang memimpin doa.

Sebelum masuk ke arena, para santri yang bertanding membasuh kakinya dengan ramuan air kelapa dicampur garam dan perasan daun sirih. “Ini bukan klenik, melainkan ramuan herbal agar kaki tetap basah atau lembab saat bertanding, jadi bisa melindungi dari kobaran api,” jelas Ali Akhyar.

Santri menginjak buah kelapa yang terbakar. Foto: Arief Priyono)

Santri menginjak buah kelapa yang terbakar. (Foto: Arief Priyono)

Peluit kick off dibunyikan, para santri yang terdiri dari lima orang setiap tim saling berebut bola. Tak ada keraguan sedikitpun dalam diri mereka saat menendang bola kelapa yang berkobar-kobar apinya. Ada anggapan masyarakat awam para santri yang bermain bola api kebal terhadap bara api. Ternyata pandangan itu salah, karena toh banyak santri yang juga melepuh kakinya usai pertandingan.

Jangan bayangan pemain sepakbola dunia sekelas Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, atau Neymar berani bermain sepakbola api. “Santri yang mempunyai skill bermain sepakbola dan bisa pencak silat, biasanya akan berani mengikuti pertandingan sepakbola api, karena mentalnya sudah kuat”, kata santri Dedy Abdul Gony.

Nah apakah Anda ingin mencoba bermain sepakbola api atau sekedar ingin menyaksikannya? Datang saja ke Pondok Lirboyo , biasanya setiap menyambut bulan Ramadhan atau Muharram turnamen sepakbola api diselenggarakan. (Arief Priyono)

Link terkait sepakbola api Pondok Lirboyo:

http://www.dailymail.co.uk/news/article-2215580/Who-wants-goalkeeper-Indonesian-footballers-use-burning-coconut-ball-fiery-60-minute-match.html

http://www.mirror.co.uk/news/world-news/fire-football-indonesia-boys-play-1371596

http://www.thesun.co.uk/sol/homepage/news/4582333/Beautiful-flame-Lads-play-footie-with-burning-ball-in-Indonesia.html

http://nationalgeographic.co.id/foto-lepas/2014/07/santri-pondok-lirboyo

 

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Leave A Reply