Menggowes Federal, Taklukkan Tanjakan Besuki

0

Kayuhan sepeda besi lansiran 1990-an itu mulai memberat. Tanjakan dengan sudut elevasi mendekati 45 derajat lumayan menguras keringatnya. Pelan-pelan, sambil mengatur nafas ia sampai juga diujung tanjakan. Posisi sprocket belakang yang jumlahnya enam masih di gir nomor lima. “Lumayan, masih sisa satu,” candanya.

 

Gowes-Besuki-Federal-4Namanya Widodo atau biasa disapa Pak Wid. Usianya sudah di atas kepala lima. “Ini sepeda saya beli sejak baru, sempat menggantung lama di gudang,” katanya menunjukkan Federal Sketch tunggangannya. Karena sekarang sedang musim lagi orang bersepeda Federal, ia pun tergerak hati untuk menggowes sepeda tuanya tersebut. “Daripada sepeda baru, ini paling enak. Sudah saya coba sampai Wonosalam – Jombang,” jelasnya berpromosi.

Gowes-Besuki-Federal-1

Jalur Besuki di Kabupaten Kediri adalah salah satu jalur favoritnya. “Setidaknya sebulan sekali pasti saya naik ke sini, lumayan 24 kilometer dari kota, biasanya saya berhenti di areal parkir Air Terjun Ironggolo” katanya. “Kalau nambah enam kilometer, sudah tembus ke Air Terjun Dholo. Selain tanjakannya menantang, pemandangannya indah,” jelasnya.

Air Terjun Ironggolo - Besuki.

Air Terjun Ironggolo – Besuki.

Pesepeda di Kediri memang dimanjakan oleh banyaknya jalur yang mayoritas menawarkan keindahan yang memanjakan mata. Sebut saja jalur populer Selo Panggung, dengan jalanan penuh kelokan dan persawahan. Kalau pegowes mau ke Besuki, otomatis juga melewati Selo Panggung.

“Di kawasan Lebak Tumpang juga ramai pesepeda, biasanya mereka berkumpul di hari Sabtu. Kalau mau jalur yang lebih menantang, bisa juga ke kawasan Gunung Kelud,” kata Pak Wid. (Arief Priyono)

Baca juga;

http://www.kediripedia.com/vespare-bersama-pak-rt/

http://www.kediripedia.com/ngeeeriiiii-santri-lirboyo-main-sepakbola-api/

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Leave A Reply