Mbah Jenggot Sahabat King Cobra

0

Mungkin Anda pernah melihat sirkus atau atraksi manusia yang saling adu cium dengan King Cobra? Tentunya itu hanya bisa lihat di televisi. Dan para penakluk King Cobra tersebut sering terlihat membawa tongkat untuk membantu menjinakkan-nya. Namun di Desa Kras, Kabupaten Kediri, Slamet Riyadi (63) bisa menggunakan tangan kosong memegang ular King Cobra seperti mainan anak-anak, dia bahkan berkali-kali atraksi dengan menciumnya.

Mbah Jenggot memegang punggung King Cobra di halaman belakang rumahnya. Foto: Arief Priyono

Mbah Jenggot memegang punggung King Cobra di halaman belakang rumahnya. Foto: Arief Priyono

Slamet Riyadi yang akrab disapa Mbah Jenggot memiliki delapan King Kobra di rumahnya, ia juga memiliki belasan ekor ular jenis lainnya. “King Cobra itu jenis ular kanibal, dia makan ular-ular kecil dalam keadaan hidup,” katanya. Setelah makan seekor ular hidup, King Cobra mampu menahan lapar hingga sebulan lamanya. “Saya mencari ular-ular kecil untuk makanan King Cobra dari persawahan dekat rumah,” katanya.

Tapi bersahabat dengan King Cobra bukan berarti tanpa resiko. “Gajah bisa mati dalam hitungan menit jika digigit King Cobra,” begitu Mbah Jenggot memberikan ilustrasi. “Saya pernah digigit King Cobra sebanyak dua kali. Pada tahun 1999 dan 2001,” katanya. Namun ia tidak apa-apa. “Saya merasakan sakit, tapi Alhamdulillah masih hidup hingga kini,” katanya.

Mbah Jenggot memberikan telunjuk jarinya di bibir King Cobra. Foto: Arief Priyono

Mbah Jenggot memberikan telunjuk jarinya di bibir King Cobra. Foto: Arief Priyono

Namun ada sebuah kejadian yang sampai sekarang sulit Ia lupakan. “Teman saya Bandi digigit oleh King Cobra saya pada tanggal 2 Februari 1998, tidak bisa ditolong dan meninggal dunia,” katanya dengan raut kesedihan. “Waktu itu Bandi mencoba menggantikan saya melakukan atraksi dengan King Cobra, namun fatal karena dia tidak kebal bisa King Cobra,” jelasnya.

Mbah Jenggot mengatakan King Cobra adalah ular dengan kemampuan untuk membunuh tercepat di dunia. Darah manusia yang digigit King Cobra membeku hanya dalam hitungan menit.

Mbah Jenggot memegang King Cobra yang berdiri tegak. Foto: Arief Priyono

Mbah Jenggot memegang King Cobra yang berdiri tegak. Foto: Arief Priyono

Sampai sekarang Slamet Riyadi aka Mbah Jenggot masih bersahabat dengan King Cobra dan menggelar atraksi rutin atau pentas keliling di pasar malam-pasar malam. “Biasanya kalau ada pasar malam buka giling pabrik tebu, saya pentas terbuka untuk menghibur pengunjung. Kadang juga diundang pemda untuk memberikan hiburan pada pekan budaya,” katanya. (Arief Priyono)  

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Leave A Reply