Para Penakluk “Jalur Gaza”

0

Mendengar “Jalur Gaza” tentu sudah terbayang kengerian. Konflik tak berkesudahan antara bangsa Palestina dan Israel di “Jalur Gaza” telah berlangsung sejak akhir abad 19. Hingga sekarang, tak terhitung nyawa yang telah menjadi korban.
Namun bagi para crosser, “Jalur Gaza” adalah sebuah ujian kesabaran juga keahlian. Tentu ini bukan Jalur Gaza yang sesungguhnya, tapi sebuah jalur trail adventure di seputaran Bukit Klothok, Kediri yang memakai istilah tersebut karena tingkat kesulitannya. “Jalur Gaza merupakan jalur trail paling ekstrem nomor dua setelah Pacet di Mojokerto,” ungkap Slamet Budiono, penggemar moto cross adventure di Kediri.
Mengambil posisi start di kawasan Lebak Tumpang – Kota Kediri, para crosser sudah disuguhi tanjakan dengan kontur tanah keras berbatu. Ada empat tanjakan yang memakai istilah nama Gaza 1, Gaza 2, Gaza 3 hingga Gaza 4 dengan karakter kesulitan yang berbeda-beda. “Di Tanjakan Gaza 1, pasti sudah banyak yang berguguran,” kata Slamet Budiono.
Biasanya, para crosser yang mampu melewati tanjakan di Gaza 1, selanjutnya akan bisa melalui Gaza 2. Nah di Gaza 3, keahlian crosser akan diuji oleh turunan tajam selepas Gaza 2 yang langsung disambut tanjakan panjang, mirip dengan huruf “V”.
Nah jika para crosser sudah melewati Gaza 4, jangan berfikir tahapan selanjutnya akan mudah. Jika mereka bisa melampaui semua tanjakan Gaza dengan mulus, bisa melanjutkan ke “Puncak Alang-Alang” sebagai titik tertinggi. Namun jika pada tahapan mulai Gaza 1 hingga Gaza 4 sudah ragu, sebaiknya putar haluan melewati jalur evakuasi, karena tantangan selanjutnya lebih ekstrem.
“Menjelang Puncak Alang-Alang ada jalur yang disebut letter S, di titik ini butuh skill ektra karena selain tanjakan dalam bentuk tikungan S jalannya penuh dengan bebatuan,” tambah Slamet Budiono. “Jika para crosser mampu melewati jalur ini dan mencapai Puncak Alang- Alang, mereka pantas mendapat julukan Lanang Tenan, “kata Slamet Budiono. Di Puncak Alang-Alang, para crosser bisa menikmati pemandangan Kota Kediri dengan leluasa. (Arief Priyono)

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Leave A Reply