Ketika Cucu Bung Karno Menapaktilasi Jejak Proklamator di Pojok

0

MUHAMMAD Marhaendra Putra menapaktilasi jejak sejarah kakeknya Sukarno di Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Rabu (28/10/2015). Usai seremonial gunting rangkaian bunga sebagai penanda peresmian Persada Sukarno Situs Ndalem Pojok, putra Rachmawati Sukarnoputri ini menyisiri satu demi satu ruangan di Ndalem Pojok.

“Ini kamar pertama waktu Sukarno kecil masih bernama Koesno,” kata Dian Soekarno, penulis buku Candradimuka yang memandu Marhaendra. Sebuah kamar kecil, berukuran 3 x 4 meter, terletak di deretan ruangan sebelah timur. Dengan dipan besi dan berkelambu. Tertempel sejumlah foto-foto Sukarno dan keluarga.

“Di kamar ini, nama Koesno diganti menjadi Sukarno pada usia dua tahun. Dia juga menjalani proses pengobatan di kamar ini. Itu salah satu alasan, kenapa tempat ini penting,” imbuh Dian.

Marhaendra juga melihat-lihat sejumlah ruangan lainnya. Kamar Sukarno muda yang terletak di sebelah barat. Kamar ini hanya persinggahan. Saat sekolah di Surabaya hingga kuliah di Bandung, Sukarno muda kerap berkunjung ke Pojok saat libur.

“Ketika muda, dia menjalani tempaan dari ayah angkatnya Soemosewoyo, hingga mentalnya siap menjadi pemimpin. Jadi, Ndalem Pojok ini merupakan Candradimuka, tempat penempaan Sukarno,” jelas Dian.

PIC_0676_CaptureDi kamar belakang, Marhaendra melihat kamar yang pernah disinggahi Sukarno, semasa menjadi presiden. Ketika menjabat Presiden, Bung Karno 7 kali mengunjungi rumah ayah angkatnya di Pojok ini. Namun, hanya satu kali yang resmi kunjungan kepresidenan.

Marhaendra Putra menyatakan, Yayasan Bung Karno yang diketuai oleh Guruh Sukarno Putra mengakui kebenaran kisah Sukarno di Ndalem Pojok. “Kisah Bung Karno di Pojok ini memang tidak terekspos, karena de-Sukarnoisasi pada saat pemerintahan orde baru. Baru terkuak tiga tahun lalu setelah ditulis di buku Candradimuka,” kata Marhaendra.

Marhaendra berharap situs ini bisa meluruskan sejarah. Tenpat ini juga bisa dijadikan tempat berdiskusi dan penggalian sejarah. “Karena kalau ngomong Bung Karno nggak ada habisnya,” ungkapnya.

Peresemian Persada Sukarno Situs Ndalem Pojok dilakukan pada upacara Hari Sumpah Pemuda di halaman Ndalem Pojok. Dalam sambutannya, Marhaendra membacakan surat nomor no 039/YBK/X2015 dari Yayasan Bung Karno yang ditandatangani Guruh Sukarno Putra tentang penetapan Ndalem Pojok sebagai Persada Sukarno. Dalam surat itu, Guruh berpesan, agar situs ini bisa memperluas fungsinya menjadi tempat diskusi dan kajian, perpustakaan, tempat pameran, pertunjukan seni dan sebagainya. (Danu Sukendro)

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Comments are closed.