Keriuhan Gudang Kreatif Bersama The Blingstone

0

Kediri cukup panas sore itu, Sabtu 30 April 2016. Seorang pengunjung pameran sempat menunjukkan angka 32 derajat di aplikasi cuaca telepon selulernya. Keringat para pengunjung dan penggiat industri kreatif Kediri yang berada di dalam gudang yang beralih fungsi menjadi tempat pameran itu menjadi make up wajib.

(Foto : Sultan Sidqi)

(Foto : Sultan Sidqi)

Gudang seluas 30 meter x 8 meter ini tertelak di belakang distro Inception99 dan Frescho Coffee. Sebelumnya dipakai sebagai tempat penyimpanan barang dan garasi mobil. Tempat ini menampung sekitar 32 lapak dari berbagai macam usaha kreatif ala anak muda berupa kuliner, sablon, clothing, pakaian secondhand, barang vintage, barbershop, jasa perawatan sepatu, hingga sepeda motor klasik.

Acara dengan title The Blingstone Voluntour ini diadakan oleh Inception99 dan Frescho Coffee dengan mengundang beberapa usaha kreatif yang ada di Kediri. Blingstone merupakan akronim band asal Surabaya, Blingsatan dan The Flinstone yang bisa diartikan kolaborasi dua band pop punk ini. Setelah sukses mengadakan acara amal untuk anak jalanan pada 17 April lalu di Car Free Day jalan Darmo Surabaya, kedua band ini membawa konsep konser amalnya ke Kediri. Selain pengumpulan donasi yang akan disumbangkan kepada yayasan sosial, di dalam kafe juga disediakan tempat untuk relawan yang akan menyumbangkan darahnya untuk Palang Merah Indonesia.

(Foto : Nakula)

(Foto : Nakula)

Di sepanjang jalan menuju gudang, pengunjung disambut dengan aktifitas para penyablon kaos Hatred screen printing, beberapa stand kuliner dan jasa perawatan sepatu Manishoes Pedishoes. Sesaat sebelum speaker masjid menyuarakan adzan magrib, hujan cukup deras mengguyur Kota Kediri dan mengharuskan beberapa booth yang berada di luar ini mengakhiri aktifitasnya.

Begitu masuk gudang, tampak deretan meja dan kursi kayu yang disusun di tengah ruangan dan sekumpulan penikmat angkringan sedang berbincang di meja itu. Menu nasi kucing Angkringan 99 beserta lauk dan minuman dengan harga yang cukup murah menjadi pilihan para penyuka cangkrukan di meja tengah.

(Foto : Nakula)

(Foto : Nakula)

Kuliner Takoyaki Samsul dan rice bowl yang berada di pojok gudang juga banyak disukai pengunjung. Beberapa kali seorang penunggu lapak kuliner ini terlihat sibuk mengantarkan pesanan ke meja yang berada di tengah ruangan atau pesanan dari booth lain. Takoyaki yang berbahan dasar gurita coba digantikan oleh Samsul dengan isian cumi dan udang mengingat makhluk tersebut masih belum banyak dijumpai di pasar atau supermarket.

Seorang pengunjung serius mengamati dan membolak balik barang-barang dari masa lalu yang ada di booth milik Seeker Vintage Store. Koleksi piringan hitam The Police album Don’t Stand So Close To Me tampaknya menjadi pilihan terakhir pengunjung tersebut. Selain pajangan seperti jam, kamera medium format, kamera SLR era tahun 70an, badge dari bahan metal, emblem bordir, terdapat juga motor Yamaha seri AS3, Yamaha YASI Tahun 1968, Kawasaki Binter GTO yang dipajang disitu. “Acara seperti ini perlu diadakan lagi, biar antar pengusaha kreatif ini bisa lebih terjalin komunikasinya,” kata Sultan Sidqi pemilik lapak dari Seeker Vintage Store.

(Foto : Nakula)

(Foto : Nakula)

Bazar ini diramaikan oleh Studio Cest De Lavie, Kedai Kawan Lama, Seeker Vintage Store, Slavecut Barbershop, Hungry Food, 333 Merch, Manishoes Pedishoes, Corner Attack, Charge City, Thrall Division, Seger Waras X Psycoitus, Cantik Manis Handmade, Best (Beras Organik) , Krusty Kraff, Gendhis Goods, Takoyaki Samsul, Pedagang Musiman X Stukkies 2nd Store, Gombal Mertua, Vaksow , Secondgomz, Monkey, Restinghell, Mrs. Nica (Potato Cheese), Fck Jamur, Comera Tea, Robar (Roti Bakar Premium), Miruku, Bibi Food, Ulfa Merdeka Partyplanner, Kenangan Garage Sale, Rahmadiani Garage Sale, dan Ulfa Garage Sale.

Acara ini bisa dikatakan sebagai prototipe acara industri kreatif Kediri yang akan dilaksanakan dengan konsep dan tema yang lebih menarik. “ Banyak anak muda yang idealis dan punya produk kreatif, tapi kadang minim referensi material dan kurang memikirkan pasarnya. Insya’allah akan ada acara yang regular dengan konsep lebih matang, “ ujar Eggy Adityawan owner Frescho Coffe dan Inception99 di sela-sela acara.

(Foto : Nakula)

(Foto : Nakula)

Venue yang berada di Jalan Soekarno Hatta 9-11 Kota Kediri ini berlangsung selama dua hari. Hari kedua merupakan puncak acara dengan penampilan beberapa band Kediri kemudian penampilan bintang tamu Blingsatan dan The Flint Stone. Panggung yang berada di depan meja bar Frescho Coffe itu dikerumuni para penonton sejak siang dengan penampilan Robusta Coustic, Pineapple Coustic, Discopanik, Husky dan Penguin Suck.

Setelah jeda istirahat, sekitar pukul 19:00 pembawa acara Ulfa mempersilakan Today Is My Birthday naik ke panggung dengan membawakan 5 lagu. My Girl So Naughty mengantarkan bintang tamu The Flint Stone kemudian ditutup dengan penampilan Blingsatan sekitar pukul 10 malam. Penampilan band pop punk dan punk rock malam itu cukup membuat beberapa pemuda headbang tipis-tipis, menggoyangankan badannya dan menikmati suasana berkumpul di depan mini stage. (Nakula)

(Foto : Nakula)

(Foto : Nakula)

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Comments are closed.