Jangan Nakal, Nanti Kamu Digundul!

0

Disiplin adalah kunci untuk sukses meraih ilmu. Dengan bekal ilmu dan kerja keras, kita bisa meraih cita-cita. Begitu juga dunia pondok pesantren mengajarkan disiplin bagi para santrinya. Aturan-aturan dibuat agar para santri sukses dalam belajar selama di pesantren. Lalu bagaimana jika santri melanggar aturan sehingga dianggap indisipliner? Ya pasti, mereka akan mendapatkan hukuman.

Foto ilustrasi, sejumlah santri Pondok Lirboyo berpose bersama dengan rambut gundul. Foto: Arief Priyono

Foto ilustrasi, sejumlah santri Pondok Lirboyo berpose bersama dengan rambut gundul. Foto: Arief Priyono

Di Pondok Pesantren Lirboyo, setiap santri yang melakukan pelanggaran akan mendapatkan hukuman sesuai dengan tingkatan pelanggarannya. Istilah hukuman dalam dunia pesantren disebut “ta’zir”. Pelanggaran-pelanggaran itu bisa mulai hal-hal ringan seperti terlambat masuk kelas (diniyah), merokok bagi santri yang belum berusia 20 tahun, bermain kartu, hingga salah satu pelanggaran berat kedapatan mencuri.

Hukuman paling ringan, minimal disuruh berdiri di depan kelas saat ustadz mengajar. “Ada juga yang digundul rambutnya, ini biasanya santri melanggar aturan sudah berulang-ulang,” kata M Al Faris, santri senior Pondok Lirboyo yang juga pemimpin redaksi majalah Misykat.

Foto ilustrasi, seorang santri senior memotong gundul juniornya. Foto: Arief Priyono

Foto ilustrasi, seorang santri senior memotong gundul juniornya. Foto: Arief Priyono

Yang paling populer dan menggelikan, jelas hukuman gundul, dimana santri harus memplontos kepalanya hingga tidak tersisa sehelai rambut. “Namun perlu dicatat, tidak semua santri gundul di Pondok Lirboyo karena kena hukuman. Ada juga yang memang kompak dengan satu teman atau akan ada event sehingga membuat tampilan yang beda,” Faris menjelaskan.

Apakah hanya Pondok Lirboyo yang memberlakukan hukuman penggundulan rambut pada santri yang indisipliner atau nakal? Tidak juga, karena hukuman gundul adalah salah satu bentuk “ta’zir” yang paling banyak diberlakukan di berbagai pesantren.

Seorang santri mendapat hukuman pembotakan rambut dan dijemur karena melanggar disiplin di Pondok Gontor, Ponorogo. Foto: Arief Priyono

Seorang santri mendapat hukuman pembotakan rambut dan dijemur karena melanggar disiplin di Pondok Gontor, Ponorogo. Foto: Arief Priyono

Di Pondok Gading Pesantren – Malang, Jawa Timur juga menyebutkan hukuman “ta’zir” gundul bagi santri yang nakal, itu dimuat dalam laman resmi pondok (klik disini). Sementara, penulis pernah menyaksikan dengan mata kepala sendiri santri di Pondok Gontor, Ponorogo mendapat hukuman yang sama, bahkan ia harus naik ke atas meja dan dipertontonkan pada santri lainnya agar kapok dan tidak mengulangi kesalahannya. (Arief Priyono)

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Leave A Reply