Goweser Kuasai Jalanan Kota Kediri

0

Malam minggu ke mana? Malam minggu ya bersepeda aja, seperti yang dilakukan para pesepeda di Kota Kediri pada Sabtu (27 Juni 2015) malam. Lebih dari 150 pesepeda dari berbagai komunitas berkumpul dan menggowes bersama berkeliling Kota Kediri. Mereka menamakan event ini sebagai Kediri Night Ride. Memulai start di Stasiun Kota Kediri sekitar pukul 21.00 WIB, goweser berkeliling kota melalui rute Jalan Dhoho, setelah itu berbelok ke Jl Yos Sudarso atau kawasan Pecinan. Nah di depan Klenteng Tjoe Hwie Kiong, ratusan pesepeda menyempatkan diri berfoto bersama. Setelah puas berfoto-foto, perjalanan dilanjutkan menuju Kantor Pos Besar Kota Kediri dan berbelok ke arah Jl Diponegoro. Hingga melintasi Kediri Town Square (Ketos), rombongan membunyikan bel sepeda masing-masing untuk berkampanye damai.

Photo Courtesy: Gumul Fixed Gear

Photo Courtesy: Gumul Fixed Gear

“Tak menyangka, ternyata respon-nya positif. Perkiraan saya cuma puluhan pesepeda, ini lebih dari seratus yang ikut Kediri Night Ride,” kata Syailendra Yuda, salah satu penggagas Kediri Night Ride dari komunitas Gumul Fixed Gear. “Mudah-mudahan bulan depan tambah ramai,” harapnya.

Setelah dari Ketos rombongan lalu melanjutkan ke arah Jl Imam Bonjol atau menuju pertigaan Kuwak. Road kapten malam itu sempat melambatkan laju sepeda, bahkan berhenti agar rombongan yang mengular lebih dari 100 meter tidak terputus.

Photo Courtesy: Gumul Fixed Gear

Photo Courtesy: Gumul Fixed Gear

Berbelok kanan ke Stadion Brawijaya, sebenarnya ada rencana untuk foto-foto bersama. Namun karena areal foto di depan stadion sudah penuh oleh pedagang dan komunitas lain, para peserta gowes mengurungkan niatnya dan melanjutkan perjalanan ke Jl P.K Bangsa. Terus melaju ke arah Barat melewati depan Sri Ratu, hingga peserta mesti melambat menunggu kereta lewat di perlintasan kereta api Stasiun Kota Kediri. Kesempatan ini digunakan untuk kembali merapatkan barisan goweser karena sempat tercecer di perempatan lampu merah Sri Ratu.

Nah titik utama kampanye bersepeda kembali ke Jl Dhoho, karena ini titik paling macet di Kota Kediri saat akhir pekan. Peserta sengaja memperlambat laju sepedanya sebagai aksi simpatik mengenalkan budaya bersepeda pada masyarakat Kediri.

Photo Courtesy: Gumul Fixed Gear

Photo Courtesy: Gumul Fixed Gear

Sampailah kemudian di titik finish malam itu, Masjid Agung Kota Kediri. Goweser menata sepedanya di trotoar halaman depan masjid. Ada yang mengambil tempat dengan duduk-duduk di tangga, ada yang berfoto-foto dengan sepeda-nya masing-masing. Pokoknya malam itu jadi ajang silaturahmi goweser di Kota Kediri. Maklum berbagai komunitas sepeda ikut mendukung event Kediri Night Ride, seperti Gumul Fixed Gear, Federalis Kediri dan sekitarnya (Fedricks), Lebak Tumpang Cycling Community (LTCC), Kediri Downhill Community (Kedoc), komunitas Lowrider Kediri, dan masih banyak lagi.

Photo Courtesy: Gumul Fixed Gear

Photo Courtesy: Gumul Fixed Gear

“Sebaiknya untuk event Kediri Night Ride bulan depan rute sudah ditentukan dan disebarkan bareng poster event, jadi peserta tidak bingung. Kalau ada yang ketinggalan, bisa langsung menyusul atau memotong jalan,” kata Lambang C.P, mahasiswa STAIN Kediri yang malam itu juga ikut menggowes, tapi ketinggalan separuh jalan. Event rutin Kediri Night Ride dilaksanakan setiap bulan atau Sabtu malam Minggu pada pekan terakhir. (Arief Priyono)

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Leave A Reply