Gowes Malam dan Momen Silaturahmi Pesepeda Kediri

0

Ramadan telah berakhir, tibalah Hari Raya Idul Fitri 1436 H. Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, saatnya momen untuk saling meminta maaf. Tak ketinggalan komunitas pesepeda di Kediri. Bukan berarti sepanjang Ramadan para pesepeda tidak berkegiatan, setidaknya sebagian besar memilih mengurangi aktifitas luar ruang di siang hari. Pun juga saat malam tiba, banyak yang menghabiskan waktu untuk menjalankan ibadah sunah sehingga intensitas perjumpaan dengan sesama pesepeda berkurang drastis dibanding bulan-bulan biasa.

Untungnya pada Sabtu 25 Juli 2015 yang bertepatan dengan jadwal event gowes malam Kediri Night Ride tidak terlalu jauh dari Idul Fitri, sehingga masih pantas kiranya untuk kembali membangun tali silaturahmi dan semakin mengakrabkan sesama anggota komunitas pesepeda di Kota dan Kabupaten Kediri. “Semua pesepeda dari berbagai aliran kami undang, tidak ada pengecualian. Event Kediri Night Ride bersifat cair dan tanpa batasan merek dan tidak membeda-bedakan klub sepeda, “ kata Syailendra Yudha, anggota komunitas Gumul Fixed Gear yang merupakan salah satu penggagas event rutin gowes malam yang berlangsung setiap malam Minggu pada akhir bulan.

Peserta Kediri Night Ride berfoto bersama di depan Klentheng Tjoe Hwie Kiong. Photo courtesy: Gumul Fixed Gear

Peserta Kediri Night Ride berfoto bersama di depan Klentheng Tjoe Hwie Kiong. Photo courtesy: Gumul Fixed Gear

Berkaca dari event sebelumnya, setidaknya 150 pesepeda memadati acara ini. Padahal acara sebelumnya digelar pada awal Ramadan. Semua aliran sepeda hadir mendukung kegiatan untuk kampanye bersepeda di Kediri. Para penggagas Kediri Night Ride menyuarakan motto sepeda sebagai gaya hidup lintas golongan, tidak memandang strata sosial atau kasta.

Courtesy: Syailendra Yuda

Courtesy: Syailendra Yuda

Rute Kediri Night Ride kali ini akan dimulai dari Monumen Simpang Lima Gumul dengan titip kumpul di depan kantor Bank Daerah pada pukul 19.00 WIB. Peserta akan menggowes sepedanya mengelilingi monument SLG yang biasanya menjadi pusat berkumpulnya massa pada Sabtu malam Minggu. Selanjutnya mereka akan menuju Jl Erlangga, Jl Soekarno Hatta, Jl A Yani, Jl PK Bangsa, Jl Hayam Wuruk, Jl Dhoho, Jl Panglima Sudirman, dan finish di Masjid Agung Kota Kediri.

“Sebelumnya Kediri Night Ride start di halaman Stasiun Kota Kediri, karena banyaknya peserta dan takut mengganggu aktifitas parkir di depan stasiun maka berubah ke Gumul,” kata Andik Akmal anggota club Federalis Kediri dan sekitarnya (Fedricks). “Acara ini bersifat independen dan tidak dipungut biaya, jadi peserta bebas tidak perlu melakukan regristasi. Untuk konsumsi, silahkan bawa air minum sendiri-sendiri,” kata Andik Akmal. (Arief Priyono)

 

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Comments are closed.