Dyank Box dari Lereng Kelud, Mengatasi Masalah Sampah di Kota Besar

1

Sampah menjadi masalah pelik di kota-kota besar. Memicu banjir. Menyebarkan penyakit. Serta memantik konflik sosial.

Justru dari Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kediri, hanya tujuh kilometer dari puncak gunung Kelud inovasi itu menyeruak. Syukur Zainal Abidin, warga setempat menciptakan mesin pembakar sampah yang efektif dan efisien.

’Wong ndeso’ ini mengkreasi alat ini sebagai alternatif solusi mengatasi persoalan sampah yang amat pelik di kota-kota besar. Di belakang rumahnya, pria yang akrab dipanggil Abid memproduksi mesin yang diberi nama Dyank Box tersebut. Uniknya, Abid yang juga kepala sekolah TK swasta dan pengelola forum pendidikan ‘Rumah Aksara’ ini secara otodidak meneliti dan mengembangkan mesin pembakar sampah ini selama satu tahun.

Dyank Box menggunakan bahan bakar elpiji. Mesin ini terdiri dari beberapa elemen. Tabung untuk pembakaran, cerobong asap yang diberi filter untuk mengurangi asap, serta tempat pembuangan.

Mesin ini dimodifikasi untuk memusnahkan segala jenis sampah dengan asap yang minim dan sisa sampah hanya 3 persen.

“Gas elpiji dinyalakan hanya sepuluh menit, selebihnya mesin pembakar sampah ini bekerja sendiri. Satu meter kubik sampah kering dalam waktu 20 menit sudah tuntas,” paparnya.

Dyank Box siap diproduksi massal. (foto: Danu Sukendro)

Dyank Box siap diproduksi massal. (foto: Danu Sukendro)

Dyank Box ini bisa membakar sampah basah, kering maupun sampah medis dengan sama-sama efisiennya. Jika digunakan untuk satu kawasan lingkungan, katakanlah satu RT, RW atau kampung, dia bisa memodifikasi Dyank Box Jumbo. Bisa menampung dan membakar hingga 3-5 meter kubik sampah.

Sejumlah rumah sakit dan klinik di Kediri telah memesan mesin ini untuk sampah medis. Dalam sebulan, Abid bisa memproduksi 10 Dyank Box berukuran kecil dan 4 dyank box berukuran besar yang ketinggian cerobongnya mencapai dua koma lima meter. Dia juga siap memproduksi masal. “Harganya tidak mahal, untuk yang kecil Rp. 4 juta,” paparnya.

Abid menantang pemerintah kota-kota besar menggunakan produknya. Dia meyakini, kreasi teknologi tepat guna yang dibuatnya amat dibutuhkan untuk mengatasi problema sampah di kota-kota besar.

(Danu Sukendro)

Bagikan

Komentar Anda

komentar

1 Comment

Leave A Reply