Celah Sempit Lubang Jarum Diantara Modernitas

0

Sinar matahari sudah mulai menerobos masuk ruang-ruang kelas dan beberapa celah sempit kaleng bekas yang telah dilubangi pagi itu, Sabtu 16 April 2016. Menjadi penanda bahwa energi matahari tersebut siap dimanfaatkan untuk pelatihan kamera lubang jarum yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Fotografi FOSTER STAIN Kediri dalam rangka hari jadinya yang ketujuh.

(Foto: Dok. UKM FOSTER STAIN)

(Foto: Dok. UKM FOSTER STAIN)

Dengan tema Karena Kalian Aku Ada, UKM Foster ingin mengajak seluruh penggiat fotografi ataupun diluar komunitas untuk menjadi bagian dalam hari jadinya. Kaleng-kaleng bekas sudah siap sebagai media berkarya dalam kesederhanaan. Jarum jam tampaknya telah menunjuk pada pukul 08.30 WIB. Pemateri yang datang dari Unit Kegiatan Mahasiswa Fotografi FORMAT ITN Malang mulai menjelaskan satu persatu materi yang disampaikan. Raut muka penasaran semakin terpancar dari 40 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Peserta yang berasal dari perwakilan komunitas fotografi seperti Kediri on Street Photography (KOSPHY), Fotografi Kediri Raya (FOKER), Komunitas Jurnalis Muda (KOJURDA), Komunitas Fotografi Indonesia (KFI) Regional Kediri, beberapa dari kalangan pelajar dan umum ikut serta dalam pelatihan ini. Tidak ada kata tua dalam belajar, meskipun ada beberapa peserta yang sudah tidak muda tetapi masih menyimpan semangat yang tinggi. “Ini adalah yang pertama bagi saya dalam belajar kamera lubang jarum, kok bisa ya dari kaleng bisa menjadi karya fotografi ?,” ujar Novita seorang siswi SMAN 4 Kediri yang juga menjadi anggota KOJURDA.

(Foto : Nakula)

(Foto : Nakula)

Seperti kamera pada umumnya, kamera lubang jarum (KLJ) merupakan bentuk paling sederhana dari suatu kamera. Citra dari suatu obyek yang ada di depan kamera masuk ke dalam lubang yang sangat kecil dan ditangkap terbalik oleh media berupa kertas foto atau film. Hal ini membuat KLJ menjadi cikal bakal dari seluruh media rekam atau kamera yang prinsip kerjanya telah diadopsi selama ratusan tahun.

(Foto: Dok. UKM FOSTER STAIN)

(Foto: Dok. UKM FOSTER STAIN)

Langkah pertama adalah mengamplas potongan dari kaleng bekas minuman menjadi sangat tipis yang selama ini hanya menjadi tumpukan sampah. Kaleng bekas yang diamplas tersebut sebagai pengganti aluminium foil. Setelah benar-benar tipis, bekas kaleng tersebut dilubangi dengan ujung jarum yang nantinya berfungsi sebagai lensa kamera. Tahap selanjutnya kertas foto siap dimasukkan dalam kaleng yang telah digelapkan dengan mengecat bagian dalamnya menggunalan cat semprot warna hitam.

Proses hunting mulai berlangsung, ada yang memotret gedung dan ada yang memotret dirinya sendiri. Salah seorang peserta diam dengan posisi duduk dan berpanas-panasan selama dua menit dipotret menggunakan kamera lubang jarum. Kamar gelap yang sudah disiapkan panitia sejak Jum’at malam mulai dipadati peserta. Lampu bohlam merah yang diredupkan dengan dibungkus koran, merupakan penerangan yang aman untuk kertas foto hitam putih. Disanalah tempat memasukkan kertas foto ke dalam kaleng dan tempat pencucian kertas agar timbul gambar. “Kok kertas fotonya masih putih ya, kurang beberapa menit lagi pasti cahayanya pas,” kata Arif Faisal selepas keluar dari kamar gelap dan melihat hasil karyanya.

(Foto : Nakula)

(Foto : Nakula)

Kamar gelap yang berada diantara kelas-kelas ini disulap menjadi sebuah ruangan kedap cahaya untuk proses cuci kertas foto yang telah tersinari melalui pemotretan. Ada tiga larutan kimia di nampan air dalam kamar gelap yang telah disediakan. Cairan developer berfungsi untuk melarutkan emulsi dalam kertas dan memunculkan gambar yang ada di permukaan kertas. Setelah dilarutkan dalam developer, kertas foto di masukkan ke dalam cairan stopbath yang merupakan campuran air dan tetesan cuka. Kemudian kertas tersebut di masukkan ke dalam cairan fixer sehingga gambar yang muncul tidak mengembang lagi.

“Konsistensi, adalah alasan saya untuk tetap mempelajari kamera lubang jarum ini. Hal yang kekinian tidak akan habisnya. Begitupun juga dengan fotografi, berkarya dengan sesuatu yang jarang diketahui banyak orang adalah kepuasan tersendiri,” kata Hary salah satu pemateri yang juga mahasiswa Kampus ITN Malang. UKM FOSTER mencoba untuk mempopulerkan fotografi alternatif yang sekaligus kuno ditengah-tengah maraknya populasi kamera digital. Dengan kamera lubang jarum berkarya bukan tentang mengikuti trend dan kemewahan. Acara yang berlangsung di Student Center lantai 2 Kampus 1 STAIN Kediri ini membawa peserta untuk bernostalgia dengan kesederhanaan. Dengan media hitam putih dan hasil KLJ yang mempunyai efek distorsi, dapat menjadi sebuah alternatif yang terlihat beda.

Netizer : Habib Fachrudin
Editor : Nakula

 

(Foto: Dok. UKM FOSTER STAIN)

(Foto: Dok. UKM FOSTER STAIN)

 

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Comments are closed.