Bukber Sederhana AJI Kediri

0

Sejumlah orang meriung di halaman kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri di Jl Adi Sucipto 15 B, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri, Sabtu, 4 Juli 2015. Mereka duduk-duduk lesehan di gelaran karpet di halaman berpaving tanpa atap itu. Irisan semangka dan jeruk sudah tertata rapi dalam piring-piring. Namun belum tampak nasi dan lauk pauknya.

Buka-Puasa-AJI-Kediri-4 “Ini makanan-nya sedang dalam perjalanan, maklum pesan kateringnya agak jauh,” kata Afnan Subagio, Ketua AJI Kediri. “Ya sembari menunggu makanan, kita dengarkan ceramah dulu,” kata Afnan sambil mengangsurkan mikrofon ke Imam Mubarok Muslim, jurnalis portal berita merdeka.com yang biasa disapa Gus Barok.

 

“Bersyukur kita masih diberi kesempatan bertemu dengan bulan Ramadan, dengan buka puasa bersama ini mudah-mudahan semakin membangun kekompakan anggota AJI Kediri,” kata Gus Barok mengawali ceramahnya. “Membangun silaturahmi seperti buka puasa bersama di tempat sederhana di halaman kantor ini, asal dengan ikhlas dan terbangun kebersamaan, akan lebih bermakna daripada makan bersama di rumah makan atau tempat-tempat mewah lainnya,” katanya.

Buka-Puasa-AJI-Kediri-2Ditengah ceramah Gus Barok, yang ditunggu-tunggu kehadirannya akhirnya datang juga. Apalagi kalau bukan nasi, lauk pauk dan tetek-bengek camilan pelengkapnya. Yang paling menarik dan membuat liur menetes ya es buah blewah serut yang dicampur dengan kelapa muda.

Beberapa saat kemudian, adzan magrib akhirnya berkumandang. Ceramah Gus Barok diakhiri dengan doa buka puasa bersama. Dengan tertib, satu per satu peserta buka bersama mengambil piring, mengisinya dengan nasi dan lauk pauk. Ada ayam lodho, sayur asam, bothok udang, oseng papaya muda, tempe tahu dan krupuk.

Buka-Puasa-AJI-Kediri-3Setelah dirasa cukup acara makan dan minumnya, para jurnalis yang hadir mengambil air wudlu dan melaksanakan salat magrib berjamaah dengan imam Gus Barok. Setelah salat, peserta duduk melingkar mulai berdiskusi tentang organisasi dan perkembangan dunia jurnalistik di Kediri. “AJI adalah organisasi kultural, buka puasa seperti ini bagian dari membangun kultur ke-AJI-an,” kata Dwidjo U. Maksum, salah satu deklarator AJI Kediri yang hadir belakangan. (Arief Priyono)

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Comments are closed.