Berburu Benda Lawas Sembari Ngopi di Rumah Tua

0

Tradisi minum kopi terus tumbuh menjadi gaya hidup paling populer. Bukan sekadar tentang kopi, tapi berkembang menjadi kredo interaksi sosial yang cair. Caffe, kedai, warung, dan berbagi sebutan tempat nongkrong, bermunculan bagai cendawan di musim hujan.

(Foto : Nakula)

(Foto : Nakula)

Suburnya kecenderungan budaya hang out inilah yang ditangkap Sultan Akbar Sidqi, warga Kota Kediri, Jawa Timur. Bujangan kreatif ini mencoba memadukan trend ngopi dan usaha jual beli benda-benda vintage yang ditekuninya secara online.

Memanfaatkan rumah tua di sebelah timur Taman Ngronggo, Kota Kediri, dia membuka Kedai dan Toko Vintage “Seeker”. “Kami menyediakan suasana, bagaimana orang bisa minum kopi sambil menikmati benda-benda masa lalu yang layak untuk dikoleksi,” kata Sultan, Rabu, 30 November 2016.

Rumah yang diperkirakan dibuat pada era 1940-an ini tampak lawas di lintasan Jalan Raya kawasan Taman Ngronggo. Kusen pintu dengan tinggi di atas 2,5 meter dan jendela lebar berteralis kayu, sangat kuat keterpengaruhannya dengan arsitektur zaman kolonial. Di ruang tengah, pilar empat menjulang ke langit-langit, mengadopsi gaya rumah joglo khas Jawa. Ruangan itu yang menjadi pusat display barang-barang koleksi “Seeker”.

Berbagai benda ditebar secara sistematik memenuhi ruangan seluas separoh lapangan bola volley itu. Etalase kayu berkaca bening dipenuhi berbagai jenis korek api bergaya kuno, pisau army, dokumen/arsip, iklan jadul mulai era 1950-an – 1990-an, dan berbagai enamel. Salah satu enamel yang cukup lawas adalah iklan Ajinomoto tahun 1940-an.

Di etalase terbuka tanpa kaca, disusun benda elektronik yang kini mulai langka. Di antaranya, radio transistor dan televisi tabung. Selain itu juga kaset pita dan piringan hitam. Di atas rak, berbagai helm yang populer belasan tahun silam dipajang berderet.

“Kami juga sedang merintis dunia merchandise dan berbagai ragm clothing dengan disain lawas,” kata Sultan.

(Foto : Nakula)

(Foto : Nakula)

Menurut dia, tokonya juga menerima titipan barang koleksi milik pengunjung yang ingin dijual. Selain itu juga membuka kesempatan buat yang ingin berdiskusi tentang benda-benda masa lalu yang dimiliki. Hal itu untuk mengedukasi para pecinta benda kuno, bahwa barang lawas bisa bersanding dengan barang produksi masa kini.

“Jadi bukan melulu tentang barang antik yang kerap ditafsirkan mengandung unsur non-bendawi,” kata Sultan. “Inilah kenapa saya cenderung menggunakan kata vintage.”

Untuk memanjakan pengunjung bisa secara bebas menikmati dan membicarakan semua koleksi, disediakan dua set meja kursi tamu era 1960 – 1970-an. Di sayap kiri, ditata dua set meja kursi dari bahan body Vespa yang didisain dengan mengadopsi warna-warna cerah.

Buat pengunjung yang ingin menikmati udara segar, di teras juga ditaruh satu set meja kursi berbahan rotan yang amat populer di era 1970 – 1980-an. Di sebelahnya, sebuah becak diparkir untuk membangun suasana akrab dan bersahaja.

Melengkapi keasyikan pengunjung, “Seeker” menyediakan sejumlah menu. Yang spesial adalah Sup Jagung. Sedangkan minumannya temulawak dan coffee beer. Jika ingin menu yang lebih bervariasi, bisa dilayani dengan memesan lebih dulu sebelum berkunjung.

Sultan mempersilahkan siapapun memanfaatkan kedai dan tokonya menjadi tempat berdiskusi. Ingin datang ramai-ramai bersama keluarga, kelompok, atau komunitas? Bisa banget. Tapi ya itu tadi seperti kata Sultan, “Kabari dulu ya, biara kami bisa menyediakan menu apa yang disukai.”

Buka mulai pukul 15.00 – 22.00, Kedai dan Toko Vintage “Seeker” benar-benar memanfaatkan waktu luang kebanyakan orang. Pada jam itu, biasanya orang-orang sudah selesai bekerja atau beraktifitas. Sepertinya, “Seeker“ berusaha hadir menjadi kawan bagi siapapun yang ingin mengisi waktu luang menjadi lebih berharga. (Dwidjo U. Maksum)

 

(Foto : DUM)

Toko Vintage “Seeker”
Jalan Perintis Kemerdekaan No. 114 Ngronggo Kediri
BB : 58420228
WA : 0896 72788001

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Comments are closed.