Basuki, Menggenggam Rekor hingga Akhir Hayat

0

Achmad Basuki seorang pengusaha kelambu yang sukses. Namun, namanya menasional karena koleksi ratusan sepeda kunonya. Kini, Basuki telah berpulang..

Achmad Basuki adalah pemegang rekor pemilik sepeda terbanyak di Indonesia.

Achmad Basuki adalah pemegang rekor pemilik sepeda terbanyak di Indonesia.

KAWASAN Desa Blawe, Kecamatan Purwoasri ini kondang sebagai sentra perajin kelambu di Kabupaten Kediri. Puluhan perajin masih eksis. Di sepanjang jalan desa, home industry kelambu ini berjajar. Di sinilah proses produksi hingga etalase produk dipajang.

Basuki adalah satu dari sekian nama perajin kelambu dengan kapasitas produksi besar. Namun, namanya menasional bukan karena usahanya. Pada tahun 2007, namanya dicatat Museum Rekor Indonesia sebagai kolektor sepeda terbanyak di Indonesia.

“Saat pemecahan rekor tahun 2007 itu, koleksi saya 423 sepeda, mayoritas adalah sepeda kuno” kata Basuki, saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Koleksinya sungguh unik. Beragam jenis sepeda langka yang sudah jarang ditemukan bisa didapatkan dalam  daftar koleksi Basuki. Mulai sepeda kayu kepala naga yang diperkirakan  buatan 200 tahun lalu hingga sepeda mini kuno yang harganya puluhan juta rupiah.

Sepeda ini belum memiliki rantai. Pedalnya  melekat pada ban depan yang terbuat dari kayu.Sepeda antik lain koleksi Basuki adalah sepeda simpleks gapit dengan rangka  sepeda menyilang ini. “Sepeda ini bikinan Belanda. Harganya di atas Rp 10 juta  dan belakangan ini jadi buruan kolektor,” tambah Basuki.

Koleksi sepeda antiknya jenis Hamber, Gazzele dan  Rudok.  Merk terakhir ini harganya menembus angka puluhan juta rupiah. “Spare part sepeda ini masih  original, sehingga nilainya masih tinggi,” jelasnya.

Sebagian kecil koleksi sepeda kuno Basuki.

Sebagian kecil koleksi sepeda kuno Basuki.

Koleksi spektakuler ini bermula dari sebuah sepeda kuno yang dimiliki oleh Basuki . Sepeda untuk menjajakan dagangan kelambu-nya pada tahun 1974. Dia penasaran berburu sepeda tua antik.

Saat bisnis kelambunya  melambung pada tahun 90-an koleksi Basuki hampir mencapai  100 sepeda  kuno. Hingga pada  tahun 2007, koleksi Basuki ada 423 sepeda kuno yang dicatat MURI sebagai kolektor sepeda terbanyak di Indonesia.

Tak hanya sepeda kuno, Basuki juga mengoleksi beragam sepeda baru yang unik. Seperti sepeda jerapah yang tingginya lebih dua meter, sepeda lipat , sepeda tanpa stir dan  sepeda yang panjangnya mencapai empat meter. Namanya juga dicatat oleh MURI sebagai pencipta sepeda tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 7,2 meter.

 

Basuki mendirikan komunitas sepeda tua yang diberi nama Hayamas.  Bersama Hayamas, dia kerap mengikuti even sepeda tua di berbagai kota di Indonesia bahkan  ke Malaysia.

Perburuan itu seolah tak pernah berhenti. Hingga akhir hayatnya, Basuki mengoleksi lebih dari 600 sepeda kuno yang diperoleh dengan harga mulai; Rp. 500 ribu hingga Rp 20 juta.

Semasa hidup, Achmad Basuki aktif bersama komunitas sepeda tua yang diberi nama Hayamas.

Semasa hidup, Achmad Basuki aktif bersama komunitas sepeda tua yang diberi nama Hayamas.reor

Mengapa begitu gila sepeda kuno?

“Alhamdulillah.. Sepeda kuno itu masih enak dinaiki. Kelihatan unik dan klasik. Dipandang juga bagus. Tambah tahun juga tambah naik harganya.”

Dan, kini, para pecinta sepeda kuno tanah air kehilangan Basuki. Almarhum meninggal pada usia 65 tahun setelah menjalani rawat inap di Rumah Sakit HVA Pare, pada 1 April 2015.

Hingga akhir hayatnya, kecintaan Basuki pada sepeda kuno masih belum tertandingi. Rekornya pemilik sepeda terbanyak dan sepeda tertinggi di Indonesia belum ada yang memecahkan.

Selamat jalan Pak Basuki. Semoga arwah beliau diterima di sisi-Nya.. amiin.  (Danu Sukendro)

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Leave A Reply