Meraup Rejeki dari jualodongodong.com

0

BISNIS online menjamur bak cendawan di musim penghujan. Banyak komoditas yang dijajakan via internet. Mulai fashion, elektronika, buku hingga makanan.

Namun, komoditas yang ditawarkan Hartono, warga Gogorante, Kediri ini sungguh berbeda. Melalui internet, dia menjajakan odong-odong. Jualan yang tak mudah dibungkus dan dikirim melalui jasa pengiriman lazimnya dagangan online lain.

Hartono sengaja mengambil pangsa pasar luar kota Kediri hingga luar Jawa. Dia tak ingin merecoki pasar lokal yang dikuasai oleh bengkel produsen odong-odong ini. “Saya menjual tiga jenis odong-odong, dari 6 gerbong hingga 8 gerbong,” kata pria yang memiliki rambut berombak ini.

Hartono (paling kiri) membangun simbiosis mutualisme dengan produsen (foto: Dokumentasi Hartono)

Hartono (paling kiri) membangun simbiosis mutualisme dengan produsen (foto: Dokumentasi Hartono)

Hartono bekerja sama dengan tiga bengkel di Kecamatan Kota Kediri, Pare dan Banyakan untuk memproduksi kereta odong-odong dan komedi putar. Terdapat banyak bentuk gerbong odong-odong. Diantaranya, pesawat, helikopter hingga mobil, tokoh kartun atau hewan. Tergantung permintaan konsumen.

Harga odong-odong dengan enam gerbong dipatoknya : Rp 13,5 juta, sedangkan
odong-odong tujuh dan delapan gerbong mencapai Rp 15 juta serta Rp 16,5 juta. Lalu, model komedi putar mencapai Rp 16 juta.

 

Pemutarnya menggunakan dinamo dan accu. Produk ini sudah lengkap dengan roda di bawahnya dan bisa dibawa dengan motor. “Harga odong-odong lebih murah dibanding kereta yang dibawa mobil, itu bisa Rp 40 juta,” ujarnya.

foto hartono web

screenshot web www.jualanodongodong.com

Etalase Odong-odong Hartono di dunia maya bisa dilihat di website: www.jualodongodong.com. Melalui web yang masih sederhana ini, Hartono mulai membangun kepercayaan buyer. Dia memposting berbagai foto jualannya.

Disebutnya alamat lengkap disertai lokasi kantor pemasaran di googlemap, contact person, whatsapp hingga pin Blackberry Messager.

Hartono memang baru memulai bisnis ini pada September 2015. Namun, pembelinya sudah lumayan banyak. Berkisar 6 – 8 pembeli per bulan. Sejak order barang hingga pengiriman barang, dia bahkan tak bertatap muka langsung dengan buyer. “Bisnis online yang saya bangun ini berdasarkan kepercayaan,” kata pria yang akrab dipanggil Basingkem ini.

Betapa tidak, ketika pembeli setuju, dia harus menyerahkan uang muka 50 persen. Setelah itu, selama sebulan, pembeli menunggu proses pembuatan odong-odong.

Selain membangun kepercayaan melalui website, Hartono juga proaktif mengupdate segala informasi melalui BBM. Mulai proses order, pengerjaan hingga pengiriman selalu dijadikannya display picture BBM.

Odong-odong Kediri menembus luar Jawa. (foto: Dokumentasi Hartono)

Odong-odong Kediri menembus luar Jawa. (foto: Dokumentasi Hartono)

Tak heran, pembeli odong-odong Hartono sudah mencapai Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jakarta. Luar Jawa, bahkan mencapai Sumatera, Kalimantan, Batam dan Nusa Tenggara Barat.

Nah, kendala yang kerap ditemuinya adalah pengangkutan. Proses pengangkutan di sekitar Jawa masih bisa diatasi meski biayanya mahal. Semisal ke Jakarta, mencapai
Rp 1 juta menggunakan ekspedisi truk.

Namun, Hartono seringkali kesulitan mencari ekspedisi yang mau mengirim ke luar Jawa. Kalaupun ada, biayanya mahal, seperti ke Sumatera mencapai Rp 5 juta. “Ongkos kirim ditanggung oleh pembeli. Ya, mereka mau saja, karena mungkin sulit mencari produsen odong-odong di sekitarnya,” paparnya.

Uniknya, sebagian pembeli odong-odong Hartono adalah orang yang telah memiliki pekerjaan tetap, misalnya karyawan perusahaan swasta. Mereka melirik bisnis odong-odong sebagai sampingan.

Hartono masih optimis dengan prospek bisnis mainan anak-anak ini. Sebab, investasi hanya di awal yaitu pembelian sarana. setelah itu, mereka tinggal menunggu untungnya.

Seiring prospek cerah bisnis mainan anak-anak ini, Hartono juga berharap rejekinya terus melimpah. Aksinya membuka pasar ini menjadi sebuah inspirasi.

Bermodalkan kepiawaian membelah belantara dunia maya juga bisa menghasilkan pundi uang. “Saya membangun simbiosis mutualisme, baik dengan bengkel yang akses pasarnya diperluas hingga konsumen odong-odong yang memperoleh manfaat dari bisnis odong-odong,” pungkas Hartono. (Danu Sukendro)

CP Penjual Odong-Odong
Hartono 085735688119 (Telp/SMS/WA)

Ruko Stadion Brawijaya,
Blok Utara No.4 , Kota Kediri.

email : produsenodongodong@gmail.com
Website : www.jualodongodong.com

Bagikan

Komentar Anda

komentar

Comments are closed.